Ahok Cari Untung Soal Transportasi, 'Salah Besar'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta  (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Transportasi DKI Jakarta Edi Nursalam mengatakan cara pandang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tentang moda transportasi umum perlu diubah. Menurut Edi, Ahok selalu memandang proyek moda transportasi umum dalam model business to business, sehingga selalu mencari cara agar pemerintah untung.

    "Padahal proyek moda transportasi massal tak akan dapat untung," ujar Edi saat dihubungi Tempo, Senin, 12 Januari 2015. Alasannya, tutur Edi, pembangunan moda transportasi adalah proyek sosial guna mengurangi kemacetan di Ibu Kota. "Jadi, jika pola pikir Ahok masih mencari keuntungan finansial, dia salah besar."

    Edi menilai langkah Ahok menghentikan proyek monorel tak bijak. Edi mengatakan pihak Jakarta Monorel sudah mengeluarkan dana ratusan miliar sejak proyek ini berjalan pada 2004. Keputusan Ahok menghentikan proyek monorel, menurut Edi, memberikan preseden buruk bagi para investor untuk menanamkan modalnya di proyek serupa. (Baca: Alasan DKI Memutus Kontrak PT Jakarta Monorail)

    Jika ingin mendapat keuntungan, pemerintah disarankan memanfaatkan penjualan properti, seperti pengelolaan stasiun, pembangunan minimarket, atau penyewaan lahan di udara. Jadi, ada hubungan timbal balik antara investor dan pemda. (Baca: Soal Monorel Jakarta, Ahok Takut Sama Jaksa Nakal)

    Terkait dengan desain bangunan, Edi mengatakan konstruksi dapat diubah jika memang menganggu kepentingan publik. Soal desain pembangunan monorel, menurut dia, bukan masalah besar yang dapat menghentikan keseluruhan proyek. (Baca juga: DPRD Sarankan Ahok Batalkan Proyek Monorel)

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Topik terhangat:

    AirAsia | Calon Kapolri | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Anggota TNI Foto Narsis di Puing Air Asia Dikecam 
    Balas Murdoch, JK Rowling Bela Muslim di Twitter
    Kesaksian Teman Mahar Laskar Pelangi Sebelum Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.