Ahok Tuding PLN Biang Kerok Banjir Istana Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan  guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menuding Perusahaan Listrik Negara sebagai biang kerok banjir di Istana Negara, kediaman Presiden Joko Widodo. PLN, ujar dia, mematikan listrik di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara.

    Walhasil, pompa untuk menyedot air waduk ke laut jadi tidak berfungsi. Akibatnya ketinggian air di waduk mencapai ambang batas yakni nol sentimeter. "Kemarin sampai segitu karena listrik mati, pompa enggak jalan hujan terus," kata dia di Balai Kota, Selasa, 10 Februari 2015.

    Padahal, kata Ahok, Waduk Pluit adalah kawasan penampung air dan dinilai vital untuk meminimalisasi banjir. "Istana enggak mungkin tenggelam selama air waduk tidak sampai ketinggian kemarin," ucap dia.

    Ia heran dengan PLN yang mematikan listrik meski di kawasan Pluit belum terkena banjir. "Kalau kerendam boleh Anda matiin," ucapnya. Ia pun menuding jangan-jangan listrik mati karena perbuatan sabotase. "Kuncinya di Waduk Pluit. Makanya kalau perlu suruh polisi untuk jaga-jaga," ucap dia.

    Ahok menyatakan kaget ketika melihat ketinggian air di Waduk Pluit ketika dia berangkat kerja. Padahal, di waduk itu terpasang 12 pompa besar. "Padahal selama ini Waduk Pluit kalian lihat banyak eceng gondok, hujan berapa besar pun kemarin ada enggak Waduk Pluit banjir? enggak," ucapnya.

    Kemarin hampir semua wilayah Jakarta dikepung oleh banjir. Badan Penanggulangkan Bencana Daerah DKI menyebutkan ada 49 titik genangan di seluruh Ibu Kota termasuk kawasan Istana Negara. Kemungkinan, genangan akan bertambah sebab hujan masih mengguyur Jakarta sampai Selasa pagi ini.

    Hujan masih akan mengguyur wilayah Jakarta hari ini. Beberapa titik dilaporkan masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Seperti dilansir akun Twitter Kepolisian Daerah Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, daerah yang direndam banjir antara lain ruas jalan di depan Mal Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.

    Banjir juga merendam Perumahan Green Garden di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hingga pukul 08.43, ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Air juga menggenangi ruas Jalan Arjuna Selatan di samping jalan Tol Kebon Jeruk. Di kawasan ini banjir merendam setinggi 30 sentimeter.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.