Depok Ramai Begal, Warga: Gara-gara Nur Mahmudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, 24 Mei 2014. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, 24 Mei 2014. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Depok - Kejadian pembegalan di Kota Depok ramai dibicarakan warga. Sepinya jalan-jalan Kota Depok selepas pukul 00.00 WIB menjadi celah tindak kejahatan terjadi.

    "Nur Mahmudi (Wali Kota Depok) melarang tempat makan atau minimarket buka 24 jam. Menurut saya, itu malah bikin tambah sepi jalanan," kata Wanodya Bangun Pertiwi, 26 tahun, warga Pondok Cina, Depok, ketika ditemui di Jalan Margonda, Rabu, 11 Februari 2015.

    Ia mengatakan, jika saja Jalan Margonda dibiarkan ramai dengan adanya aktivitas pertokoan yang tetap buka 24 jam penuh, mungkin tindak kejahatan tidak sampai terjadi di jalan utama Kota Depok itu.

    "Menurut saya kalau Margonda ramai 24 jam, malah enggak ada spot-spot sepi," kata dia. Ramainya jalan dan penerangan oleh aktivitas warga ia yakini tidak memberi celah pelaku kejahatan untuk merampok di jalan tersebut.

    "Sekarang jam 12 malam sepi banget, jadi rawan. Situasi memungkinkan ada kejahatan," kata Wanodya. Ia menyarankan Pemerintah Kota tidak melarang aktivitas perdagangan yang buka 24 jam penuh. "Diramaikan saja Kota Depok. Jangan larang minimarket 24 jam."

    Menurut dia, keberadaan minimarket yang buka 24 jam tidaklah buruk. Pada kondisi tertentu, keberadaan minimarket tersebut cukup membantu warga, terutama para mahasiswa yang kos.

    Ia mengatakan pelarangan minimarket yang buka 24 jam tidak membuat aktivitas nongkrong geng motor menghilang. Menurut dia, aktivitas tongkrongan tersebut hanya berpindah tempat di tepi jalan dari sebelumnya beberapa tempat yang membuka usahanya 24 jam. "Yang tadinya ada wadahnya, jadi nongkrong sembarangan."

    MAYA NAWANGWULAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.