Batu Akik Mewabah, Pemerintah DKI Turun Tangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batu akik yang dijual di sebuah toko di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jakarta,  3 Januari 2014. Perdagangan batu akik per butir berkisar Rp35 ribu-2 juta, yang kisarannya hingga Rp5-10 miliar per hari. TEMPO/Subekti.

    Batu akik yang dijual di sebuah toko di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jakarta, 3 Januari 2014. Perdagangan batu akik per butir berkisar Rp35 ribu-2 juta, yang kisarannya hingga Rp5-10 miliar per hari. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO , Jakarta - Geliat bisnis batu akik yang sedang melejit di Indonesia, terutama wilayah ibu kota, membuat semakin bermunculan pelaku usaha yang mencoba peruntungan di Jakarta. Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah DKI, Joko Kundaryo, mengatakan agar bisnis batu akik semakin menggeliat, pedagang tradisional harus lebih aktif masuk dalam rantai perdagangan ini. "Mereka (pedagang tradisional) harus lebih giat agar tak tergerus pelaku usaha yang besar," kata dia saat dihubungi Tempo, Ahad, 15 Februari 2015.

    Menurut dia, pemda akan berdialog dengan para pedagang ini agar mereka mau menempati slot-slot kosong di pasar DKI Jakarta. Hal ini dilakukan agar kegiatan bisnis mereka lebih tertata. Tapi, terkait kepindahan lokasi bisnis mereka tergantung pada keinginan pedagang sendiri. "Kami tak bisa memaksakan jika mereka tak tertarik karena mereka yang tahu pasar penjualan mereka sendiri," kata dia.

    Nantinya, dia berharap jika para pedagang tradisional ini mengisi slot-slot tersebut, kondisi pasar-pasar di DKI menjadi lebih hidup. Pengunjung pasar-pasar dapat bertambah banyak. Pasalnya, kalangan bapak yang biasa hanya menunggu istrinya berbelanja tanpa berbuat apa-apa, kini mereka dapat ikut masuk pasar ke bagian penjualan batu akik.

    Selain itu, pemda DKI juga punya strategi lain meningkatkan geliat bisnis batu akik. Dia mengatakan, tahun ini akan digelar pameran batu akik besar-besaran, tepatnya pada Juli-Agustus. Pameran ini akan diadakan di JCC, bersamaan dengan pameran internasional hijab.

    Terkait dengan industri batu sintetis dari Cina yang banyak masuk ke pasar lokal, dia melihat hal tersebut hanya sebagai peluang sesaat bagi para pedagang. Pasalnya, pada akhirnya kolektor batu pasti lebih condong pada batu-batu asli lokal yang berkualitas bagus. Tapi, dia tetap mengingatkan agar pedagang tetap berlaku jujur. "Ada banyak konsumen baru yang rentan tertipu jenis batu akik KW ini," kata dia.

    Adapun, jumlah pedagang batu akik yang terdata sebagian besar ada di Jakarta Gems Center, Jatinegara, Jakarta Timur. Jumlahnya ada 800 pedagang aktif. Dia mengakui, dengan adanya pertumbuhan pedagang batu mulia di sana melengkapi geliat bisnis pasar secara umum. "Yang penting penjualannya harus dapat dipertahankan, caranya dengan menjual produk yang asli," kata dia.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.