Kartu Elektronik Transjakarta, Apa Saja Gunanya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang tempelkan kartu e-ticketing TransJakarta di pemindai (barrier) di Halte Kota, Jakarta, 11 Agustus 2014. Mulai hari ini bus Transjakarta koridor I atau rute Blok M-Kota tidak lagi gunakan tiket kertas. Penumpang harus membayar dengan tiket elektronik yang bisa dibeli di halte Transjakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    Penumpang tempelkan kartu e-ticketing TransJakarta di pemindai (barrier) di Halte Kota, Jakarta, 11 Agustus 2014. Mulai hari ini bus Transjakarta koridor I atau rute Blok M-Kota tidak lagi gunakan tiket kertas. Penumpang harus membayar dengan tiket elektronik yang bisa dibeli di halte Transjakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    BISNIS.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Steve Kosasih mengungkapkan berbagai kemudahan menggunakan kartu elektronik alias e-ticketing Transjakarta.

    Steve mengatakan e-ticketing telah terintigrasi dengan kereta rel listrik melalui bank-bank yang bekerja sama dengan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) selaku operator moda transportasi masyarakat perkotaan itu.

    Steve berujar, mendatang kartu elektronik Transjakarta juga digunakan sebagai alat pembayaran bus Kopaja, Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), serta Bus Transjabodetabek yang menghubungkan Tangerang Selatan dan Blok M yang dikelola oleh Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD).

    Kartu elektronik saat ini dikeluarkan oleh bank seperti JakCard milik Bank DKI, e-Money milik Bank Mandiri, dan Brizzi milik BRI. Kartu-kartu itu dibanderol dengan harga Rp 40.000 per kartu yang berisi saldo sebesar Rp 20.000.

    Sebelumnya Transjakarta telah mengaktifkan pembayaran tiket menggunakan sistem elektronik di koridor I pada 11 Agustus 2014, lalu 1 November untuk koridor VIII dan IX, kemudian koridor II dan III pada 15 November 2014. Selain itu pada 29 November 2014 di koridor V dan VII, 13 Desember 2014 pada koridor X, XI, dan XII dan koridor IV serta VII pada 21 Februari 2015.

    BISNISCOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.