Trik Ibu Rumah Tangga Siasati Naiknya Harga Gas Melon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga gas elpiji tiga kilogram merangkak naik sejak pekan lalu. Sebelumnya, para ibu ini bisa mendapatkan gas melon dengan harga Rp 18.000. Kini, harga naik menjadi Rp 20.000. Mereka mengaku punya trik mengakalinya. "Kami tak beli di warung lagi," kata Samiati, 53 tahun, warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, kepada Tempo, Selasa, 24 Februari 2015.

    Sebelumnya, dia biasa membeli gas di warung dekat rumahnya. Menurut Erni, 43 tahun, penjual warung tersebut, dia biasa ambil pasokan gas sebanyak 6-8 tabung per hari dari agen gas Pasar Rebo. Di sana, dia harus berebut dengan pedagang warung lainnya sejak pagi.

    Selain itu, agen membatasi pembelian tabung gas hanya empat tabung per orang. Hal ini membuat Erni harus membawa anaknya agar dia bisa membeli delapan tabung sekaligus. "Selain pedagang, ada juga konsumen rumah tangga yang langsung ke agen karena lebih murah harganya," kata Erni.

    Sejak gas naik, Erni mengaku ibu-ibu memang banyak yang langsung beli ke agen. Tapi, hal itu tak mengurangi penjualannya karena selalu ada pembeli yang mencari gas, pada malam hari misalnya.

    Panji, petugas agen elpiji Pasar Rebo, mengatakan harga yang dijual di agennya adalah Rp 18.000. Dia dapat harga Rp 16.000 dari pangkalan pusat Pertamina. Kenaikan sekitar Rp 2.000 ini berlangsung sejak pekan lalu. "Tak jelas alasan naiknya, langka juga tidak," kata dia.

    Akibat kenaikan ini, para ibu lebih banyak datang ke agen. Setiap harinya agen Panji menjual tabung gas melon sebanyak 150 tabung. "Kami buka pukul 08.00, tiga jam saja biasanya sudah habis terjual," kata dia.

    Trik ini juga diikuti oleh Elisabeth, 50 tahun, warga Cipinang, Jakarta Timur. Dia biasa datang ke agen terdekat sejak pukul 09.00. "Biasanya sudah rame antre ibu-ibu bawa dua tabung," kata dia.

    Elisabeth mengatakan, hal ini dilakukan agar dia tetap mengeluarkan uang Rp 18.000 untuk beli gas. Dia tak keberatan jika harus keluar lebih pagi agar dapat harga murah. "Lumayan, dua ribu bisa buat beli tambahan jenis sayur," katanya.

    Berdasarkan data Pertamina, rata-rata harga eceran di tingkat pangkalan Jabodetabek yang semula Rp 13.250 naik menjadi Rp 14.500 per tabung. Harga jual ke konsumen (agen) menjadi Rp 16.000 per tabung. Hal ini membuat para pembeli di warung harus mengeluarkan kocek Rp 20.000 untuk menukar satu tabung gas melon kosong dengan yang berisi.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.