Ditegur Ahok Soal UPS, Anas Efendi Angkat Bicara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang operator menunjukkan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) atau pasokan daya bebas gangguan di ruang penyimpanan UPS SMA 78, Jakarta, 28 Februari 2015. Ahok menilai harga UPS per unit yang disebar di 55 sekolah tidak masuk akal. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Seorang operator menunjukkan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) atau pasokan daya bebas gangguan di ruang penyimpanan UPS SMA 78, Jakarta, 28 Februari 2015. Ahok menilai harga UPS per unit yang disebar di 55 sekolah tidak masuk akal. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO , Jakarta: Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi menjadi sorotan di tengah riuhnya kisruh pembahasan APBD DKI Jakarta antara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Penyebabnya, proyek UPS yang diduga Ahok--sapaan akrab Basuki--sebagai proyek siluman dalam anggaran, terbanyak terdapat di wilayah Jakarta Barat yang dipimpin Anas Efendi. Secara keseluruhan, Ahok menduga adanya dana siluman dalam APBD 2015 dengan total nilai mencapai Rp 12,1 triliun.

    "No comment, saya sudah jelaskan semuanya kepada Gubernur," kata Anas kepada Tempo, Kamis 5 Maret 2015.

    Penjelasan yang dimaksud Anas adalah surat pernyataan yang ia kirimkan kepada Gubernur Ahok. Dalam surat tersebut, Anas menyebutkan fungsinya selaku Pengguna Anggaran (PA) SKPD Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat. Anas mengaku telah mengusulkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Belanja Langsung Kegiatan pada SKPD Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat sesuai sistem e-budgeting untuk tahun anggaran 2015 sebesar Rp 131 miliar. Anggaran tersebut untuk membiayai sejumlah 20 kegiatan.

    Dalam pernyataannya, Anas menyatakan dalam anggaran tersebut lantas ditemukan adanya penambahan anggaran kegiatan sekitar Rp 270 miliar yang tidak pernah dia usulkan. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan UPS di 56 Kelurahan dengan harga satuan Rp 4,2 miliar dan pengadaan UPS di 8 Kecamatan juga dengan harga satuan Rp 4,2 miliar.

    Selain UPS, pengadaan lainnya tercatat digunakan untuk penanggulangan Kenakalan Remaja dan Pemuda dalam rangka Pembentukan Akhlak Yang Mulia di kalangan Remaja dan Pemuda tingkat kota Administrasi Jakarta Barat sebesar Rp 150 juta. Selanjutnya rincian anggaran untuk penguatan Mental dan Spiritual bagi Remaja melalui ESQ Kota Administrasi Jakarta Barat sebesar Rp 150 juta.

    Adapula anggaran yang ditulis untuk sosialisasi Bahaya Minuman Keras dan Narkoba di Kalangan Remaja dan Pemuda dengan Pendekatan Keagamaan Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat Rp 150 juta. Dua rincian terakhir yaitu anggaran untuk Workshop dan Pengembangan Karakter untuk Meningkatkan Mental dan Spiritual bagi Remaja dan Pemuda Jakarta Barat sebesar Rp 150 juta dan Peningkatan Wawasan Spiritual bagi Remaja dan Kepemudaan di Jakarta Barat sebesar Rp 150 juta.

    "Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya," kata Anas dalam suratnya.

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan telah menerima surat pernyataan Anas itu secara langsung, Kamis 5 Maret 2015.  "Ya dia bilang UPS dia enggak usulin tiba-tiba ada di perencanaan 2015. Iya dia bilang emang enggak usul," kata Saefullah di ruangannya, setelah mengadakan pertemuan dengan Anas.

    AISHA SHAIDRA | DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.