EKSKLUSIF: Mengintip Penjara Teroris di Bukit Merah Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah 137 aparat gabungan dari Polri dan TNI melakukan simulasi penanganan terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih Nusakambangan, Kamis (8/5). Dalam simulasi tersebut teroris berhasil menguasai lembaga pemasyarakatan untuk membebaskan pimpinan teroris yang dipenjara. TEMPO/Aris Andrianto

    Sejumlah 137 aparat gabungan dari Polri dan TNI melakukan simulasi penanganan terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih Nusakambangan, Kamis (8/5). Dalam simulasi tersebut teroris berhasil menguasai lembaga pemasyarakatan untuk membebaskan pimpinan teroris yang dipenjara. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Bogor - Bukit Merah Putih. Itulah nama kawasan yang diberikan oleh Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono untuk kompleks ini. Bangunan itu terletak di ketinggian 450 meter dari permukaan laut di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, jawa barat itu.

    Lokasi seluas 261 hektare itu merupakan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (IPSC/Indonesian Peace and Security Center) yang di dalamnya terdapat pelatihan pengelolaan perdamaian. Semua pasukan yang akan diberangkatkan untuk misi perdamaian untuk PBB ke daerah konflik akan dilatih di tempat ini.

    Di kawasan itu juga dibangun gedung Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT) seluas 5 hektare dengan 7 zona. Zona itu dibagi atas zona 1 merupakan perkantoran, zona 2 merupakan pusat pelatihan, zona 3 merupakan asrama, dan zona 4-5 merupakan lokasi tahanan, zoana 6 jalan/jembatan, dan zona 7 merupakan pusat latihan yang ada pesawat, kereta api dan lain-lain.

    Zona untuk tahanan tersebut lokasinya berada tepat di lembah dan di belakang BNPT, yang memiliki konstruksi bangunan dengan dua lantai. Tempat itu merupakan gedung tahanan. "Kalau dulu sih penjara ini akan digunakan untuk narapidana kasus terorisme," kata Robi, petugas keamanan bangunan BNPT.

    Banguna itu diperuntukan bagi narapidana teroris dan tersangka aliran radikal. gedung dua lantai berbentuk bersegi empat tersebut terdiri atas 24 kamar atau ruang tahanan setiap lantainya dengan sistem pengawasannya maksimum. "Semua pintu dikendalikan menggunakan alat kontrol otomatis dan super canggih, seperti tahanan di luar negeri," kata dia.

    Bahkan setiap blok, lorong, dan sudut ruang tahanan, dipantau oleh puluhan kamera CCTV. Ada pula menara yang tinggi untuk petugas agar dapat melihat semua sudut gedung dari ketinggian. "Sel dan penjaranya sudah siap dioperasikan, akan tetapi tidak tahu kapan akan digunakan, " kata dia.

    Namun, pada masa kepemimpinan Presiden SBY, lokasi tersebut sempat dikatakan tidak aman untuk digunakan sebagai tahanan khusus narapidana kasus terorisme. "Pak SBY dulu sempat bilang, tidak layak karena lokasinya berada dekat dengan perkampungan dan permukiman penduduk."

    Hal senada diungkapkan Enjen, yang juga petugas kemanan gedung. Dirinya mengaku sempat mendengar pasca dinyatakan tidak layak untuk penjara khusus kasus terorisme, beberapa saat kemudian ia mendengar jika lapas tersebut akan digunakan untuk tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi dan tahanan BNN. "Sempet dengar dijadikan tahanan kasus korupsi dan narkoba, tapi hanya sepintas saja."

    Saat ini, bukit Merah Putih bukan lokasi yang sangat menyeramkan, karena lokasinya sangat mewah dan megah setelah berdiri berbagai fasilitas penunjang untuk Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia. Kawasan itu dilengkapi tempat ibadah seperti masjid, gereja dan pura. Salin itu ada pula Universitas Pertahanan dan Keamanan.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.