Paksa Yunior Makan Sambal, Lima Mahasiswa STIP Dipecat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sekolah tinggi ilmu pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara, Rabu (30/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    Suasana sekolah tinggi ilmu pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara, Rabu (30/4). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Kapten Arifin Sunardjo menjatuhkan sanksi berat kepada mahasiswanya. Sebanyak lima dari tujuh mahasiswa dikeluarkan karena terlibat penganiayaan terhadap Daniel Roberto Tampubolon, 22 tahun.

    Dua orang lainnya mendapat sanksi skors selama satu tahun. "Dewan Kehormatan Sekolah telah menyepakati sanksi tersebut," ujar Arifin di STIP, Marunda, Jakarta Utara, Jumat, 10 April 2015.

    Lima taruna yang dikeluarkan adalah Filipus Siahaan, Magister Manurung, Iwan Saputra Siregar, Romadoni, dan Heru Junianta Pakpahan. Sedangkan dua taruna yang diskors selama satu tahun bernama Kaiser Kelvin Sanjaya dan Andri Wirawan. "Semuanya taruna tingkat IV," kata Arifin. 

    Menurut Arifin, lima mahasiswa yang dikeluarkan terbukti melakukan kekerasan fisik terhadap Daniel dengan cara menampar. Sedangkan dua taruna lainnya ikut menganiaya korban dengan cara memaksa korban memakan sambal. 

    Daniel mengaku dianiaya sejumlah senior tanpa alasan jelas. Orang tua Daniel tak terima. Mereka melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan laporan atas penganiayaan itu diterima pada 8 April 2015. "Sedangkan kejadiannya berlangsung pada 6 April."

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.