Heboh Brownies Ganja, Apa Kata Pengelola Plaza Blok M?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ganja.  REUTERS/Blair Gable

    Ilustrasi ganja. REUTERS/Blair Gable

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Plaza Blok M, PT Pakuwon Sentosa Abadi, menegaskan tak ada kios yang menjual kue brownies dan cokelat dengan kandungan ganja. Manajer Umum PT Pakuwon Sentosa Abadi Laurentia Lanny menyatakan kios itu hanya menjual pakaian.

    "Jadi kios itu diperuntukkan menjual baju, aksesorisnya, dan lainnya, bukan jual makanan," kata Laurentia dalam konferensi pers yang digelar di Plaza Blok M, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Selasa sore, 14 April 2015.

    Jumat pekan lalu, Badan Nasional Narkotika meringkus lima orang berinisial OJ, AH, IR, YG, dan HA. Kelimanya ditangkap di sekitar kawasan Plaza Blok M. Mereka dituding menjual brownies dan cokelat ganja itu lewat laman www.tokohemp.com.

    Di dalamnya tertulis laman itu toko daring yang menjual aksesori dan kaus-T bertema cannabis alias ganja. Laurentia menyatakan, jajarannya kerap mengecek kios tersebut. "Hanya jual baju dan enggak terlihat jual brownies," ucap dia.

    Kios di lantai satu itu disewa oleh IR. Laurentia mengatakan IR baru menyewa kios tersebut selama sebulan. Kios yang memiliki harga sewa Rp 2,5 juta per bulan itu kini sudah ditutup. "Langsung tutup setelah penggerebekan," ujar Laurentia.

    Ihwal penangkapan, Laurentia mengatakan saat itu dia sedang bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama di Balai Kota. Pertemuan itu membahas persiapan 'Jakarta Great Sale'. "Awalnya tahu ada pencurian motor di parkiran lantai dua," ucapnya.

    Namun setelah memperoleh informasi, Laurentia baru mengetahui bahwa kelima orang yang dicokok oleh BNN itu terkait dengan penjualan brownies berbahan baku ganja. "Jujur saja saya kaget banget setelah mendengarnya," kata Laurentia.

    Kepala keamanan Plaza Blok M, Wagimin, menyatakan proses penangkapan terjadi di area parkir lantai dua. Kelimanya, menurut dia, ditangkap oleh tiga anggota BNN. "Setelah ditangkap lalu dibawa ke posko untuk didata semuanya," ucap Wagimin.

    Di kios berukuran 1.5 x 2 meter itu hanya tersisa satu unit etalase yang ditutupi kain berwarna hitam. Di balik kain itu masih terdapat sejumlah aksesori seperti alat hisap sisha. "Setelah peristiwa itu, ada pengunjung yang tanya brownies ganja," kata Laurentia.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.