Detik-detik Karyawati Ini Diperkosa Sopir Angkot di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan kejadian naas  menimpa NA pada Jumat 19 Juni 2015 sekitar pukul 00.30 WIB. Ia diperkosa oleh sopir angkot.

    "Saat itu korban  baru pulang kerja dari Gandaria City hendak menuju Pasar Rebo," kata dia dalam keterangannya Ahad 21 Juni 2015. Karyawati berinisial NA, 35 tahun , itu mengalami pemerkosaan saat sedang menaiki angkutan umum D 01 jurusan Kebayoran Lama-Ciputat. Pelakunya adalah supir angkutan berinisial DA.

    Baca Berita Terbaru:
    Berita Bisnis
    Berita Jakarta

    Wahyu menuturkan, NA duduk di sebelah supir tanpa ada penumpang lainnya. Lalu mobil bernomor polisi B 1403 VTX itu melaju menuju kawasan Fatmawati. Korban sempat meminta turun di kawasan Lebak Bulus namun pelaku menawarkan untuk mengantarnya hingga Pasar Rebo dengan mencarter angkotnya.

    Di perjalanan di sekitar Jagakarsa, tepatnya di dekat taman, pelaku memberhentikan mobilnya dan melakukan perbuatan bejat itu terhadap NA. Korban tak dapat melarikan diri karena ada ancaman dengan pisau dan pintu mobil terhalang tiang flyover. "Di dekat sebuah taman dekat flyover itu terjadi," kata Wahyu.

    Seusai kejadian itu, pelaku melarikan diri. Korban sendiri lalu menaiki taksi sambil menangis dan menceritakan kejadian itu kepada supir taksi. Mereka pun lalu melaporkan hal ini ke kepolisian.

    Simak juga:
    Detik-detik Menegangkan Pesepeda Hadang Konvoi Motor Gede
    EKSKLUSIF: Detik-detik Jatuhnya Trigana Air di Papua

    Wahyu mengatakan polisi pun langsung melakukan pengejaran. "Korban hafal dengan nopol mobil lalu kami lakukan pengejaran," ujarnya. Dalam waktu 19 jam setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap di kawasan Ciputat saat sedang mencari penumpang.

    Sebagai barang bukti, polisi mengamankan kunci kendaraan, kendaraan dan pakaian korban. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 285 KUHP tentang perzinahan. "Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," kata Wahyu.

    Baca Berita Olahraga Hari Ini:
    Berita MotoGP
    Berita Bola

    Terkait kejadian ini, Wahyu mengimbau agar penunpang lebih waspada. "Di lain pihak kami akan terus melakukan sosialisasi soal kekerasan dalam angkot," kata dia. Penting juga bagi penumpang untuk mengingat nopol angkot yang dinaikinya terutama di malam hari.

    NINIS CHAIRUNNISA

    LIHAT: INDEKS BERITA TERBARU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.