Alasan Ahok Pilih BRI Bukan Bank DKI untuk Proyek E-Natura

Reporter

Editor

Anton Septian

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengenakan kaus Persija saat final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan bahwa mMulai tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginginkan bantuan untuk korban banjir tidak lagi berupa bahan pangan tetapi berupa kartu yang bersifat seperti uang elektronik. Kartu ini merupakan hasil kerja sama pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Bank DKI belum siap dari segi sarana dan teknologi, makanya kami berikan kepada bank yang sudah siap yakni BRI,” ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota, Selasa, 17 November 2015.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Sosial Musrokhan saat dihubungi. Ia mengatakan, pemerintah telah mengadakan tender sebelumnya terhadap bank-bank pemerintah, termasuk juga Bank DKI. Dari hasil pertemuan tersebut, kata dia, BRI memiliki teknologi paling lengkap.

“Satelit BRI paling mumpuni di antara bank-bank lain yang hadir saat itu. Teknologi yang dinilai BRI juga paling lengkap dari yang lain,” ujar dia. Selain faktor tersebut, Musrokhan juga mengatakan bahwa akses terhadap BRI juga lebih mudah. “Sudah tersebar di segala pelosok Jakarta,” kata dia.

Musrokhan menambahkan, ke depannya tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng bank-bank lainnya. “Ke depannya akan konsorsium dengan bank-bank lain tetapi prioritas kami tetap bank milik pemerintah,” tutur dia.

Program ini dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar warganya dapat membeli sendiri apa yang jadi kebutuhan mereka setelah terkena bencana banjir. Selain itu Ahok juga mengatakan, dengan kartu ini, warga yang memakai E-Natura akan mudah dipantau. Dirinya menjelaskan bahwa program ini dibuat agar pemerintah bisa memonitor bantuan dengan baik.

“E-Natura kan sama kayak e-money. Kami enggak mau memberi bantuan seperti operasi pasar. Di operasi pasar kan kamu nggak tahu siapa yang beli beras kamu. Dengan pakai E-Natura ini kami bisa tahu orang yang kami bantu beli apa saja,” ujar Ahok, Senin lalu.

BAGUS PRASETIYO






Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

3 jam lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

5 jam lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

3 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.


Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

6 hari lalu

Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

Anies Baswedan membahas beragam isu termasuk soal politik saat bertemu tiga ketua umum partai politik.


Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

6 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

Anies Baswedan menyebut tak sengaja bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hotel yang sama.


Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

6 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Presiden PKS, AHY Demokrat, Surya Paloh Nasdem, dan Jusuf Kalla

Anies Baswedan tak menjawab ketika ditanya apakah membahas soal pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ketika bertemu 3 pimpinan partai politik.


Perang Kata-kata Hasto Kristiyanto PDIP vs Mohammad Idris PKS, dan Anies Temu Ahok Jadi Top 3 Metro

6 hari lalu

Perang Kata-kata Hasto Kristiyanto PDIP vs Mohammad Idris PKS, dan Anies Temu Ahok Jadi Top 3 Metro

Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan peringatan keras Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto agar tidak asal bicara tentang kepemimpinannya.


Anies Baswedan Bertemu Ahok di Pernikahan Anak Politikus Nasdem

6 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Ahok di Pernikahan Anak Politikus Nasdem

Anies Baswedan sempat berbincang ringan dengan Ahok saat hadir di pernikahan anak politikus Nasdem Sugeng Suparwoto.


Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Sering Menjadi Titik Utama Aksi Unjuk Rasa

10 hari lalu

Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Sering Menjadi Titik Utama Aksi Unjuk Rasa

Patung Kuda Arjuna Wiwaha sering dijadikan titik Kumpul aksi unjuk rasa. Begini kisah patung kuda yang dibangun di era Soeharto.


Kampung Susun Kunir Dilengkapi Museum, Anies Baswedan: Kampungnya Kota Tua

14 hari lalu

Kampung Susun Kunir Dilengkapi Museum, Anies Baswedan: Kampungnya Kota Tua

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Kampung Susun Kunir di Kota Tua merupakan kampung yang dikelola dengan cara modern.