Ini Alasan Politikus Gerindra Tak Kunjung Terjun dari Monas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim advokasi pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diwakilkan oleh Habiburokhman (Tengah) menampilkan video dugaan kampanye saat mengadukan dugaan pelanggaran pilkada oleh pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) ke Panwaslu DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/9). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tim advokasi pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diwakilkan oleh Habiburokhman (Tengah) menampilkan video dugaan kampanye saat mengadukan dugaan pelanggaran pilkada oleh pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) ke Panwaslu DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/9). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Habiburokhman, menegaskan soal tantangan ia akan terjun dari puncak tugu Monumen Nasional (Monas) jika relawan Basuki Tjahaja Purnama alias Teman Ahok mampu mengumpulkan sejuta kartu tanda penduduk (KTP) warga Jakarta yang masih berlaku.

    “Saya tegaskan lagi bahwa akun twitter @habiburokhman itu memang milik saya, dan tweet soal Monas itu saya sendiri yang buat,” kata Habiburokhman kepada Tempo, Ahad, 29 Mei 2016.

    Berdasarkan pantauan dari situs www.temanahok.com, jumlah KTP untuk Ahok yang sudah terkumpul hari ini sudah mendekati target satu juta, tepatnya 900.282 lembar. Angka tersebut telah memenuhi syarat yang diberikan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), yaitu menggalang dukungan hingga minimal 7,5 persen dari total daftar pemilih tetap. Di DKI Jakarta, jumlah tersebut setara dengan 532.210 pemilih.

    Menanggapi perolehan KTP yang jumlahnya hampir satu juta itu, Habiburokhman justru tak ambil pusing. Ia malah mempertanyakan kembali KTP yang sudah berhasil dikumpulkan oleh relawan Teman Ahok. “Saya kaget, kok baru satu juta. Kalau klaim, mbok ya jangan nanggung-nanggung,” kata dia.

    Habiburokhman justru menantang balik Teman Ahok atas klaim perolehan KTP-nya selama ini. Ia meminta agar mereka mengunggah KTP satu per satu beserta alamat jelas. “Tapi mereka enggak berani. Karena tidak transparan, saya curiga terjadi manipulasi dalam pengumpulan KTP tersebut,” ujar dia.

    Selain itu, Habiburokhman berpesan kepada relawan Teman Ahok agar Ahok berkonsentrasi terhadap kasus hukum yang sudah berada di ujung tanduk, salah satunya masalah reklamasi. “Kasus reklamasi misalnya, sudah jelas unsur melawan hukum karena ada retribusi tanpa perda,” kata dia.

    Habiburokhman menilai, pengambilan retribusi sudah disyaratkan dalam Pasal 23A UUD 45, Pasal 286 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda serta Pasal 156 UU 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Hal tersebut, menurut dia, bisa menghambat Ahok maju lewat jalur independen.

    LARISSA HUDA

    Baca juga:
    Heboh Kontribusi Reklamasi: Tiga Skenario Nasib Ahok
    Kasus Kopi Maut: Residu Racun dan Misteri Celana Jessica


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...