Ahmad Dhani: Kami Lawan Ahok sampai Titik Darah Penghabisan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Dhani (kedua kiri) bersama perwakilan warga Kampung Aquarium yang tergabung dalam gerakan 'Orang Kita' saat mendeklarasikan dukungan kepada Rizal Ramli di Jakarta, 5 Agustus 2016.  TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Ahmad Dhani (kedua kiri) bersama perwakilan warga Kampung Aquarium yang tergabung dalam gerakan 'Orang Kita' saat mendeklarasikan dukungan kepada Rizal Ramli di Jakarta, 5 Agustus 2016. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk menjadi pemimpin di DKI Jakarta terus bermunculan. Kali ini, aksi menolak kepemimpinan Ahok datang dari kelompok yang menyebut dirinya Aliansi Masyarakat Jakarta Selatan (Amjas).

    Deklarator Amjas, Ramdan Alamsyah, mengatakan kelompoknya bakal memasang 10 ribu spanduk menolak Ahok di seluruh Jakarta Selatan, baik di perumahan elite maupun di perkampungan. "Itu hak kami untuk menolak. Kalau dia (Ahok) mau datang, silakan saja," ucap Ramdan di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016.

    Baca: Pilkada DKI: Risma dan Untung-Rugi Melawan Ahok

    Ahmad Dhani, selaku Panglima Amjas bersama Ramdan, akan mengumumkan kehadiran Amjas pada Senin, 15 Agustus 2016. Aksi ini, ujar Ramdan, didukung sekitar 3.300 RT dan RW se-Jakarta Selatan. Dukungan lain datang dari 23 organisasi masyarakat yang bergabung dengan Amjas serta beberapa tokoh masyarakat Jakarta Selatan.

    Sebelum Amjas mendeklarasikan diri, gerakan menolak Ahok sudah digaungkan Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU). Menurut Dhani, Amjas lahir karena memiliki pemahaman serupa dengan AMJU, yakni menolak pemimpin yang dianggap zalim bernama Ahok. "Kami akan terus melawan sampai titik darah penghabisan."

    Baca: Risma Ditagih Janjinya Tetap Bertahan untuk Surabaya

    Aksi penolakan dari kedua kelompok menambah deretan gerakan yang menolak Ahok memimpin Jakarta. Pekan lalu, kelompok masyarakat yang tergabung dalam forum Ketua Rukun Tetangga Rukun Warga berencana menggalang pengumpulan tiga juta salinan KTP warga Jakarta untuk menolak Ahok.

    Saat ditanyai soal gerakan menolak dirinya, Ahok mengatakan kebanyakan orang berkampanye tak lagi membahas visi-misi membangun Ibu Kota, melainkan agar dia tak menjadi gubernur lagi. "Cuma ngomongi jangan Ahok. Pokoknya tolak Ahok," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Baca: Pilgub DKI: Dukungan ke Risma Menguat, PDIP Bikin Kejutan?

    Ahok pun hanya tertawa menyikapi banyaknya penolakan terhadapnya. Dia tidak mau ambil pusing dan hanya berfokus pada pekerjaannya sampai masa jabatannya habis pada Oktober 2017. "Kalau kambing saja bisa menang lawan saya, lebih baik jangan ngomong pilkada. Gua urus kerja saja," tuturnya.

    LANI DIANA | BC

    BACA JUGA
    Cerita Nusron: Skenario Ahok Kan Lawan 10 Partai!
    Rio2016: Riau Ega Menang, Pemanah Nomor Satu Dunia Syok



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.