Markas Pemenangan Ahok di Menteng Disewa 10 Donatur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), perwakilan partai politik Nasdem, Hanura, dan Golkar, serta perwakilan dari Teman Ahok berfoto bersama saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. Gubernur yang akrab disapa Ahok itu memutuskan maju sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 melalui jalur partai politik. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah), perwakilan partai politik Nasdem, Hanura, dan Golkar, serta perwakilan dari Teman Ahok berfoto bersama saat Halal Bihalal di Markas Teman Ahok, Pejaten, Jakarta, 27 Juli 2016. Gubernur yang akrab disapa Ahok itu memutuskan maju sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 melalui jalur partai politik. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Tim untuk memenangkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 telah terbentuk dan beranggotakan 150 orang. Tim ini berasal dari unsur Partai NasDem, Hanura, Golkar, dan Teman Ahok. 

    Ketua tim adalah Nusron Wahid, politikus Partai Golkar yang saat ini menjabat Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Sedangkan sekretarisnya adalah Amalia Ayuningtyas dari Teman Ahok. 

    Nusron meresmikan posko pemenangan yang dinamakan “Rumah Lembang” di Jalan Lembang No. 25 dan 27, Kecamatam Menteng, Jakarta Pusat. "Posko pemenangan Rumah Lembang ini bukanlah satu-satunya tempat untuk memberikan dukungan kepada Ahok," katanya, Kamis, 25 Agustus 2016.

    Namun Nusron mengatakan pusat informasi untuk pemenangan Ahok tetap bertempat di 'Rumah Lembang'. Sedangkan tempat perjuangan tiap partai pendukung—Partai NasDem, Hanura, dan Golkar—ataupun kelompok relawan Teman Ahok tetap bisa menjalankan aktivitas masing-masing.

    "Pusat informasi tempatnya tetap di sini (Rumah Lembang). Kami tidak ingin Ahok dimiliki salah satu partai saja," ucap Nusron.

    Adapun lokasi Rumah Lembang sengaja dipilih lantaran lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau. Selain itu, lokasi ini dinilai tidak berafiliasi dengan golongan mana pun. "Lokasinya di tengah, netral. Ahok milik warga Jakarta. Nanti, setelah ini, akan banyak rumah lain," katanya.

    Nusron menyebutkan Rumah Lembang sendiri disewa sepuluh donatur yang merupakan pendukung Ahok. Namun ia menolak menyebutkan identitas penyewa bangunan rumah itu. 

    Adapun furniturnya merupakan pemberian Partai NasDem. "Kami ingin rumah ini bisa cair, baik untuk parpol maupun kelompok sosial," tuturnya.

    Sementara itu, Amalia mengatakan ia sengaja menentukan posko pemenangan Ahok di luar markas Teman Ahok, yang terletak di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, ataupun di salah satu kantor tiga partai politik pendukung Ahok, yaitu Partai NasDem, Hanura, dan Golkar.

    Rencananya, posko itu diresmikan pada 17 Agustus 2016. Namun, karena alasan renovasi belum rampung, peresmian ditunda. Sebelumnya nama posko pemenangan tersebut bernama "Rumah Ahok Inspirasi Jakarta". Namun nama itu berubah mengikuti lokasi posko tersebut yang terletak di Jalan Lembang.

    "Soalnya kami bingung mau kasih nama apa. Akhirnya dikasih nama jalan biar lebih sederhana, lebih gampang," katanya.

    Adapun pembuatan posko tersebut dilakukan berdasarkan inisiasi dari tiga partai pendukung Ahok yang akan berkolaborasi dengan kelompok relawannya, Teman Ahok. Kelompok relawan tersebut dibentuk saat Ahok berencana maju dalam pemilihan Gubernur DKI lewat jalur non-partai.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.