Djan Faridz: Lulung Dukung Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok (kiri) berbincang dengan Lulung disaksikan istrinya Veronica Tan (kanan) saat bertemu di acara Lebaran Betawi di Monas, Jakarta, 14 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ahok (kiri) berbincang dengan Lulung disaksikan istrinya Veronica Tan (kanan) saat bertemu di acara Lebaran Betawi di Monas, Jakarta, 14 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Partai Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz memastikan bahwa Abraham Lunggana atau Haji Lulung mendukung Basuki Tjahaja Purnama untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. "Insya Allah," kata Ketua Umum PPP Djan Faridz saat konferensi pers di gedung DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat, 7 Oktober 2016.

    PPP kubu Djan pada siang tadi mengumumkan bahwa pihaknya mempertimbangkan mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat pleno 4 Oktober lalu dan silaturahmi nasional antar-DPW tadi malam. "Pak Lulung datang kok," ujarnya.

    Menurut Djan, Lulung menyatakan loyal dan siap menjalankan apa pun keputusan DPP PPP. Bila selama ini Lulung terkesan menolak Basuki alias Ahok, kata Djan, hal itu lantaran Lulung ingin menjadi gubernur. "Dulu, kan, kami juga maunya mencalonkan Haji Lulung," ucapnya.

    Dalam silaturahmi nasional DPW PPP se-Indonesia malam tadi, Lulung turut berbicara dan menyampaikan pendapatnya. "Selesai sudah. Insya Allah enggak berubah (dukung Ahok), makanya jangan diojok-ojok lagi sama media," ujarnya.

    PPP kubu Djan berbeda sikap dengan PPP kubu Muhammad Romahurmuziy, yang telah memutuskan mengusung dan mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

    Djan menjelaskan, dukungan PPP yang berasaskan Islam pada Ahok, yang beragama Kristen, demi kebaikan umat dan toleransi. Menurut dia, PPP ingin menjadi jembatan antara umat dan pasangan Basuki-Djarot. "Sehingga, ketika mereka memimpin Jakarta, kepentingan umat Islam dapat terwadahi," katanya.

    AHMAD FAIZ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.