Halte Transjakarta Kampung Melayu Besok Beroperasi Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Halte Kampung Melayu porak-poranda, kaca-kaca pecah akibat ledakan bom pada 24 Mei 2017. MARIA FRANSISCA

    Halte Kampung Melayu porak-poranda, kaca-kaca pecah akibat ledakan bom pada 24 Mei 2017. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan Halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, akan beroperasi kembali pada Senin, 28 Mei 2017. Saat ini, halte masih dalam tahap pembersihan setelah terjadi serangan bom bunuh diri pada Rabu lalu. "Kami harapkan sudah bisa beroperasi besok pukul 15.00 WIB," kata Budi, saat meninjau Halte Transjakarta Kampung Melayu, Ahad, 28 Mei.

    Budi mengatakan selain dibersihkan, ada beberapa bagian halte yang harus diperbaiki. Berdasarkan pantauan Tempo, sejumlah pekerja terlihat tengah bekerja memperbaiki dan membersihkan halte tersebut. Aroma karbol memenuhi hampir seluruh halte.

    Budi mengatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan, terkait dengan rencana pengoperasian kembali besok. "Kami operasikan dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan instansi-instansi yang terkait supaya ini tidak menghilangkan kenyamanan buat pelanggan," kata Budi.

    Sejak Jumat, 26 Mei 2017, halte Transjakarta Kampung Melayu mulai dibersihkan dari sisa-sisa bom bunuh diri. Beberapa bagian kaca halte yang pecah belum diganti. Beberapa buah papan digunakan untuk menutupi bagian jendela yang tak berkaca.

    Baca: Begini Kronologi Ledakan Bom Kampung Melayu

    Serangan teror bom bunuh diri terjadi Rabu lalu, sekitar pukul 20.30. Sebanyak 16 orang menjadi korban. Lima di antaranya tewas. Dua orang yang tewas itu diduga sebagai pelaku.

    EGI ADYATAMA

    Video Terkait: Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu di Bandung



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.