Persekusi Marak, Hidayat Minta Polisi Tak Hanya Tindak Pelaku

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid meminta kepolisian tidak hanya menindak pelaku persekusi. Menurut Hidayat, aksi persekusi muncul karena adanya tindakan intoleran yang tak diusut oleh polisi.

    "Secara adil dilihat tindakan persekusi itu karena dibiarkannya mereka yang melanggar hukum lain, yakni hate speech, narasi kebencian terhadap tokoh umat Islam," kata Hidayat di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad, 4 Juni 2017.

    Baca: Korban Persekusi Cipinang Muara Trauma dan Diusir dari Kontrakan

    Hidayat mengatakan, tindakan persekusi yang dilakukan dalam bentuk penganiayaan jelas melanggar hukum dan agama. Namun Hidayat menilai tindakan itu hanya muncul jika pelaku terpicu melakukannya. “Dalam hal ini, pemicunya adalah ujaran kebencian terhadap ulama,” ucap Hidayat.

    Menurut Ketua Dewan Syoro PKS itu, kondisi ini diperparah dengan tidak adanya penindakan dari kepolisian terhadap penyebar kebencian. Walaupun hate speech itu telah dilaporkan, namun Hidayat menilai tak ada tindakan tegas yang diambil oleh kepolisian.

    "Karenanya tegakkan hukum dengan seadil-adilnnya. Jangan biarkan masyarakat ambil tindakan sendiri-sendiri," kata Hisayat.

    Kejadian persekusi terakhir menimpa PMA, 15 tahun, di Cipinang Muara, Jakarta Timur pada 28 Mei 2017. PMA menjadi korban intimidasi dan kekerasan fisik oleh sejumlah orang, akibat unggahannya di media sosial. PMA dinilai telah mengolok-olok ulama dan Front Pembela Islam.

    Beberapa hari kemudian Polda Metro Jaya menangkap dua orang yang diduga pelaku persekusi tersebut. Saat ditanyai terkait unggahan PMA sendiri, Polda mengatakan belum akan mengambil tindakan.

    Baca juga: Begini Detik-detik Persekusi yang Dialami PMA

    "Nanti kami dalami lagi. Saat ini kami fokus dulu terhadap penganiayaan terhadap anak," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rudy Hariyanto.

    EGI ADYATAMA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.