Selasa, 17 September 2019

Kisah WNI Peserta Amnesti di Arab Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para WNI yang izin tinggalnya sudah lewat (overstay) menjalani program Amnesti 2017 yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI

    Para WNI yang izin tinggalnya sudah lewat (overstay) menjalani program Amnesti 2017 yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Alo Nurhayati binti Samsudin,41tahun terlihat lega setibanya di tanah air. Meski nampak lelah usai menempuh perjalanan panjang Arab Saudi-Indonesia, perempuan paruh baya asal Majalaya, Bandung itu bersyukur lolos dari ancaman Pemerintah Arab Saudi yakni: razia, denda, penjara dan deportasi.

    "Saya cepat-cepat mengikuti program amnesti, pengampunan dari Raja Salman," kata Alo   saat ditemui Tempo di Common Lounge Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 10 Juni 2017.

    Alo berkisah sempat luntang-lantung di jalanan karena tidak memiliki dokumen paspor, dia tujuh tahun berada di Arab Saudi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

    Baca: Puluhan TKI Bermasalah Ikut Program Amnesti di Arab Saudi 

    "Saya masuk secara legal melalui perusahaan tenaga kerja, awalnya lancar. Lama-lama majikan kerap memarahi, misalnya karena menjatuhkan piring,"kata Alo.

    Selanjutnya, Alo mengatakan gajinya tidak dibayarkan. "Gaji tidak dibayar, saya kabur dari rumah majikan. Tanya-tanya pekerjaan ke teman atau ketemu di jalan, akhirnya dapat majikan baik," ujar Alo.

    Namun meski sudah nyaman mendapat majikan baik, Alo merasa risau. Sebab sejak Maret hingga Juni atau 90 hari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan amnesti berupa pengampunan bagi warga negara asing yang overstay dan tanpa dokumen.

    "Saya cepat-cepat menghubungi KBRI Riyadh untuk bisa difasilitasi dan diuruskan dokumen," kata Alo.

    Perasaan takut masuk penjara rupanya bukan hanya dialami Alo, Yati yang berasal dari Mataram juga mengalami hal serupa. Yati memiliki kisah nyaris sama dengan Alo, kabur dari rumah majikan lantaran tidak digaji.

    Yati pun mengatakan pernah hidup menggelandang karena saat kabur tak membawa sepeser real dan dokumen.

    Berkat kesabaran kemudian dia mendapatkan majikan baru yang baik. Namun begitu mengetahui ada amnesti, Yati pun cepat-cepat menghubungi KBRI. "Saya tahu amnesti dari internet," kata ibu satu anak yang tak berniat kembali ke Arab
    itu.

    Keluarga meminta saya bekerja di kampung halaman, cari yang halal tak harus ke negeri orang, apalagi anak saya masih balita," ujar Yati.

    Kementrian Luar Negeri mencatat sampai 8 Juni 2017 sebanyak 610.518 WNI tinggal di Arab Saudi. Perwakilan RI di Arab Saudi mendata sebanyak 11.226 WNI tercatat sebagai peserta amnesti. Diantara jumlah itu ada 808 anak laki-laki dan 759 anak perempuan, 2.149 laki-laki dewasa dan 7.509 perempuan dewasa.

    Dari jumlah peserta amnesti, baru sebanyak 5.724 WNI di Arab Saudi pulang ke tanah air secara bergelombang. Sebagian mereka menunggu jadwal, sebagian pula sudah pulang mandiri,  termasuk 80 orang yang datang hari ini Sabtu, 10 Juni 2017.

    AYU CIPTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.