Kapolres Bandara: Surat Pengamanan Rizieq Syihab Hoax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat persiapan penjemputan Rizieq Shihab yang asli dan hoax. dok.kepolisian banda Soekarno Hatta

    Surat persiapan penjemputan Rizieq Shihab yang asli dan hoax. dok.kepolisian banda Soekarno Hatta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resort Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Arief Rachman mengklarifikasi beredarnya surat perintah pengamanan kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. "Itu hoax," ujarnya, Sabtu 10 Juni 2017.

    Surat perintah yang diterbitkan tanggal 9 Juni 2017 itu berisikan permintaan pengamanan untuk menyambut kepulangan Rizieq Syihab dari Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta pada Ahad 11 Juni 2017, pukul 13.00. Selain melaksanan tugas dinas sehari hari, Polres Bandara Soekarno-Hatta diminta untuk melakukan pengamanan sesuai Standar Operasional Prosedur pada kepulangan Rizieq Shihab di Bandara.

    Baca: Surat Pengamanan Rizieq Syihab Beredar, Polisi: Itu Draft

    Arief mengatakan surat perintah yang beredar tersebut juga tidak disertai dengan stempel resmi Polres Bandara Soekarno-Hatta.

    Surat perintah yang benar, kata Arief, berisikan pengamanan kepulangan TKI dari Arab Saudi pada Minggu, 11 Juni 2017, pukul 13.00 WIB sampai selesai. Dalam dua surat perintah yang ditunjukan Arief, memang berisikan hal yang berbeda.

    Kedua surat itu sekilas nampak sama. Hanya yang berbeda kalimat perintah pengamanan Habib Rizieq Syihab di Bandara Soekarno-Hatta dan pengamanan kepulangan TKI di Bandara Soekarno-Hatta. Surat perintah soal Habib Rizieq hanya ditandatangani Kapolres Bandara Soekarno-Hatta tanpa stempel Polres Bandara Soekarno-Hatta. Sementara surat perintah pengamanan TKI dilengkapi tanda tangan Kapolres dan stempel Polres Bandara.

    Baca: Rencana Jemput Paksa Rizieq, Pengacara: Tidak Perlu Berlebihan 

    Arief mengatakan untuk kepulangan Rizieq Shihab tentunya polisi pasti akan bekerja profesional dan sesuai SOP. "Kami sifatnya siaga saja karena belum tahu kapan pulang."

    Sebelumnya Juru bicara Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Rikwanto kaget karena surat tersebut beredar luas.  "Yang beredar itu draft di bagian admistrasi. Jadi belum ada diberlakukan dan belum berlaku. Belum ada stempelnya juga," kata Rikwanto di kawasan Sarinah, Sabtu.

    JONIANSYAH HARDJONO|INGE KLARA|JH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.