Jajanan Sekolah Masih Mengandung Formalin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Jajanan sekolah di 44 Sekolah Dasar di enam kecamatan di Kota Depok masih mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, seperti formalin, metanil yellow, benzoat, rhodamin B, siklamat, dan borak."Itu hasil kegiatan yang dilakukan sejumlah SD di Kota Depok November lalu," kata Yulia Oktavia, Ketua kegiatan Dinas Kesehatan Kota Depok. Menurut pihaknya mengambil sampel di 72 SD di Kota Depok. Sampel itu antara lain jajanan yang diproduksi secara home industri, seperti otak-otak, agar-agar, pacar cina, saos, tahu goreng, gulali, tahu batagor, es doger, tahu putih, es cincau, donat, arum manis, mi basah, sirup, lontong, dan gula bubur sum-sum. "Rata-rata kadar bahan tambahan pangan itu diatas kadar yang memenuhi syarat," kata Yulia kepada Tempo diruang kerjanya hari ini. Menurut dia pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 22 tentang bahan tambahan pangan disebutkan untuk formalin, metanil yellow, rhodamin, dan borak tidak boleh digunakan dalam bahan tambahan pangan. Sedangkan benzoat, dan siklamat masih diperbolehkan dalam kadar 1000 miligram sampai 3000 miligram perkilogram.ENDANG PURWANTI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.