Kamis, 17 Agustus 2017

Konser Hari Kebangkitan Nasional, Djarot Berkoordinasi dengan Ahok

Rabu, 17 Mei 2017 | 10:36 WIB
Plt.Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat disambut warga saat tiba di balaikota DKI Jakarta. Rabu, 17 Mei 2017. TEMPO/Bayu Putra (Magang)

Plt.Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat disambut warga saat tiba di balaikota DKI Jakarta. Rabu, 17 Mei 2017. TEMPO/Bayu Putra (Magang).

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, menyampaikan hasil pertemuannya dengan Basuki Tjahaja Purnama di Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, Selasa kemarin. "Kami membahas konser Hari Kebangkitan Nasional dan acara ulang tahun DKI Jakarta," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 17 Mei 2017.

Djarot menjelaskan, ketika diangkat menjadi plt Gubernur DKI oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, ia diminta tetap berkoordinasi dengan Ahok, terutama dalam hal yang prinsip, seperti soal perubahan lokasi konser Hari Kebangkitan Nasional.

Baca:
Djarot Sambangi Ahok di Mako Brimob, Peserta Rapat Kirim Salam  
Ahok Diperlakukan seperti Kriminal, Djarot: Saya Geram 

Pada rapat pimpinan pertama, konser direncanakan digelar di Ruang Terbuka Terpadu Ramah Anak Kalijodo. Namun lokasi acara dipindah ke Waduk Pluit.

Alasannya, rumput RPTRA Kalijodo baru ditanam. Selain itu, tempat parkir di Kalijodo tidak memadai dan bisa menimbulkan kemacetan. “Dipindah ke Pluit, Pak Ahok setuju dan senang," ujar Djarot.

Baca juga:
Anies Baswedan: Reklamasi Pantai Jakarta untuk Fasilitas Publik

Tolak Pembantaran Ahok, GNPF Akan Rutin Datangi Pengadilan Tinggi DKI


Salah satu acara dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional itu adalah pengajian di makam Mbah Priok. Menurut Djarot, Ahok berpesan agar pembangunan cagar budaya makam Mbah Priok dilanjutkan.

BAYU PUTRA | ENDRI KURNIAWATI

 





Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.