Rektorat Persilakan Polisi Periksa Kasus Bullying di Gunadarma

Senin, 17 Juli 2017 | 11:26 WIB
Rektorat Persilakan Polisi Periksa Kasus Bullying di Gunadarma
ilustrasi bullying. Tempo/Indra Fauzi

TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Gunadarma siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kasus bullying terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus berinisial MF oleh teman seangkatannya. MF, mahasiswa jurusan Sistem Informatika Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma angkatan 2016 itu menjadi korban bullying di Kampus G Universitas Gunadarma, Kelapa Dua.

"Kami terbuka kalau polisi mau menyelidiki. Sejauh ini polisi belum menyelidiki," kata Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian, Senin, 17 Juli 2017.

Gunadarma, kata dia, telah mempunyai niat baik untuk menerima anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan hak yang sama menjalani perkuliahan. Semestinya, mahasiswa berkebutuhan khusus dilindungi dan disamakan. "Jangan sampai diperlakukan seperti itu. Sudah kelewatan," ucapnya.

Baca: Diduga Korban Bullying, Siswa SD Ini Kejang-kejang

Irwan geram dengan ulah sejumlah mahasiswa yang melakukan bullying terhadap teman sekelasnya itu. Sejauh ini dia telah mengantongi tiga nama teman MF, yang melakukan bullying terhadapnya. "Akan kami berikan sanksi tegas," ujarnya.

Pihak rektorat dan dekan fakultas masih terus menyelidiki kasus ini. Bahkan pihaknya telah memanggil mahasiswa yang menjadi saksi dan diduga melakukan bullying tersebut.

Adapun tiga mahasiswa seangkatan MF telah mengakui perbuatan mereka merisak temannya yang mempunyai kebutuhan khusus itu. "Kejadian ini menjadi bahan evaluasi kami," katanya

Menurut Irwan, MF termasuk anak berkebutuhan khusus yang pintar. Sebab, MF masuk melalui tes untuk mahasiswa yang berkebutuhan khusus. "Dia (MF) lolos."

Lebih lanjut, ia mengapresiasi semua pihak yang telah ikut prihatin dalam kejadian ini. "Serahkan semuanya kepada aturan yang ada. Kami terbuka dan akan memproses mahasiswa yang melanggar. Sebab, semua juga anak didik kami," kata Irwan.

IMAM HAMDI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan