Antisipasi Banjir, Bekasi Berharap Bogor Perluas Bendung Koja

Warga melintasi banjir di perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, (18/1). Banjir diakibatkan jebolnya tanggul dan meluapnya kali Cikeas dan Cileungsi. Tempo/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi Jawa Barat berharap Pemerintah Kabupaten Bogor memperluas kapasitas tampung Bendung Koja untuk antisipasi banjir. Bendungan itu akan berfungsi sebagai kolam retensi penanggulangan banjir akibat luapan Kali Bekasi.

"Pembuatan Bendung Koja untuk tahap pertama sudah kita rampungkan sejak Desember 2017. Kita sudah berkirim surat kepada Bupati Kabupaten Bogor sejak setahun lalu untuk perluasan tangkapan air," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Jumat 12 Januari 2018.

Menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi sebagai penggarap proyek telah menghabiskan dana daerah pada 2017 sebesar Rp5 miliar untuk menggarap bendung di atas lahan seluas tiga hektare.

Bendung yang berada di sekitar Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, itu berbatasan dengan wilayah Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca: Kota Bekasi Ajak Kabupaten Bogor Bangun Bendungan Cileungsi 

Rahmat mengatakan posisi Bendung Koja tepat berada di hulu Kali Bekasi yang menjadi simpul pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Pertemuan dua hilir sungai yakni Cileungsi dan Cikeas itu kerap menimbulkan luapan di titik pertemuan Kali Bekasi apabila terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di bagian hulu.

"Untuk itu, volume air Sungai Cikeas bisa kita tekan dengan adanya Bendung Koja dengan cara 'memarkir' sementara debit air yang timbul akibat hujan di Kabupaten Bogor sebelum pertemuannya dengan Sungai Cileungsi di hulu Kali Bekasi," katanya.

Lahan yang digarap sebagai Bendung Koja merupakan milik Perum Jasa Tirta yang tidak difungsikan.

Menurutnya, kolam retensi tersebut memiliki fungsi untuk menampung volume air dari Sungai Cikeas yang akan bercampur dengan Kali Bekasi dan Cileungsi di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Konsep itu diyakininya bisa meminimalisasi dampak banjir di sekitar pemukiman penduduk yang berada di bantaran Kali Bekasi, seperti Perumahan PGP, Kemang Ivy, Villa Jatirasa, Pondok Mitra Lestari, Kemang Pratama, hingga ke Kelurahan Telukpucung, Bekasi Timur.

Rahmat menambahkan Bendung koja masih memerlukan perluasan lahan sekitar 2,5 hektare lagi yang kini berdomisili di wilayah Gunungputri, Kabupaten Bogor. "Kita masih menunggu respons otoritas Kabupaten Bogor untuk melanjutkan perluasan Bendung Koja 2,5 haktare lagi. Kalau luasannya sudah mencapai 5,5 hektare, maka sesuai kajian kami akan berfungsi optimal menampung volume Sungai Cikeas," katanya.






Sebanyak 4.672 Pelajar Diliburkan Akibat Banjir

35 menit lalu

Sebanyak 4.672 Pelajar Diliburkan Akibat Banjir

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara menyebut bahwa sebanyak 4.672 pelajar di daerah itu diliburkan akibat sekolah terdampak banjir.


Setelah Hujan Sepekan, Semarang Tetapkan Status Siaga Satu

3 jam lalu

Setelah Hujan Sepekan, Semarang Tetapkan Status Siaga Satu

Seperti sebagian daerah lain di Tanah Air, Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut diguyur hujan selama sepekan terakhir.


Simak Tips Aman Terobos Banjir Pakai Motor Matik

3 jam lalu

Simak Tips Aman Terobos Banjir Pakai Motor Matik

Jika ingin menerobos banjir dengan sepeda motor, pengendara harus mengetahui batas aman genangan yang dilewati.


Begini Cara Mudah Klaim Asuransi Mobil yang Rusak Akibat Banjir

6 jam lalu

Begini Cara Mudah Klaim Asuransi Mobil yang Rusak Akibat Banjir

Klaim asuransi akibat banjir ini tidak akan secara otomatis diberikan, kecuali pemilik kendaraan telah melakukan perluasan jaminan banjir.


Tembok Roboh di Labschool Cirendeu Timpa 5 Mobil, Polisi: Tak Kuat Tahan Air

6 jam lalu

Tembok Roboh di Labschool Cirendeu Timpa 5 Mobil, Polisi: Tak Kuat Tahan Air

Hujan deras pada Kamis, 6 Oktober 2022 membuat tembok roboh dan menimpa lima mobil yang terparkir di Labschool Cirendeu, Tangerang Selatan


Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

6 jam lalu

Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

Menag Yaqut mengatakan bangunan MTsN 19 Jakarta terletak lebih rendah dari badan jalan. DIa menyebut butuh arsitek khusus untuk memperbaiki bangunan.


Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

7 jam lalu

Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

Peneliti di BRIN menerangkan bahwa puncak musim hujan 2022 di Indonesia wilayah barat pada Oktober-November ini.


Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

8 jam lalu

Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

Tiga orang siswa MTsN 19 Jakarta tewas akibat tertimpa tembok roboh karena banjir


Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

8 jam lalu

Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Pengamat pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jejen Musfah menyebut pentingnya sekolah dan madrasah memulai edukasi pendidikan bencana seperti banjir.


Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

8 jam lalu

Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak menyatakan Anies Baswedan menyepelekan korban banjir dengan mengatakan indikator utama adalah tak ada korban jiwa.