Kasus Pencabulan Anak, Pengamat: Tuntut Hukuman Kebiri ke Pelaku

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi (atoday.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi berhasil mengungkap dua kasus pencabulan anak di Jakarta Timur dan Tangerang, Banten, pada bulan ini. Kedua aksi bejat itu dilakukan oleh oknum guru dengan jumlah korban mencapai puluhan anak.

Kasus pencabulan pertama yang diungkap pada awal Januari ini, terjadi di Desa Rajeg, Tangerang. Tersangka berprofesi sebagai guru honorer berinisial WS alias Babeh. Pelaku diduga telah mencabuli 41 anak usia 10-15 tahun.

Kasus kedua pencabulan anak terjadi di sebuah sekolah menengah pertama negeri di Jakarta Timur. Tersangka yang juga merupakan guru olahraga berinisial AK, 32 tahun. Hingga kemarin, sudah ada tiga korban yang melaporkan tersangka atas tindakan bejatnya.

Baca: Pencabulan Siswa SMP Negeri Jaktim: 3 Korban Guru AK Sudah Melapor

Kedua pelaku telah ditangkap kepolisian. Atas tindakannya, kedua tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Namun, pengamat hukum pidana dari Universitas Indonesia, Akhiar Salmi, menilai, kedua pelaku dapat dikenakan hukuman yang lebih berat. Akhiar merujuk pada Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Perlindungan Anak.

Dalam Pasal 81 ayat 3 perpu yang diterbitkan Presiden Joko Widodo itu, disebutkan apabila pelaku berstatus sebagai orang tua, wali, dan pendidik (guru), pidananya harus ditambah sepertiga dari ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. "Dengan begitu hukuman maksimal pelaku otomatis menjadi 20 tahun penjara," kata dia saat dihubungi pada Sabtu, 13 Januari 2018.

Selain itu, Akhiar mengatakan para pelaku bisa dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri secara kimia. Merujuk perpu yang sama, dalam Pasal 81 ayat 7 disebutkan mereka yang bisa dihukum kebiri adalah pelaku yang disinggung dalam ayat 4 dan 5.

Adapun dalam kedua ayat itu, pelaku pencabulan yang bisa dihukum kebiri adalah pelaku yang berstatus residivis untuk kasus yang sama dan pelaku yang menimbulkan korban lebih dari satu orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, dan terganggunya atau hilangnya fungsi reproduksi.

Menurut Akhiar, kedua pelaku di atas telah memenuhi unsur yang disyaratkan dalam pasal tersebut untuk dijatuhkan hukuman kebiri kimia. "Karena jumlah korbannya lebih dari satu anak," kata dia.

Akhiar mengatakan meski belum ada aturan pelaksanaannya, peraturan hukum kebiri sudah bisa dilaksanakan saat ini. Hal itu dikarenakan, perpu tersebut telah disahkan menjadi UU oleh DPR pada 12 Oktober 2016, sehingga mempunyai hukum yang mengikat. "Saya harap jaksa penuntut mau menuntut pelaku pencabulan dengan hukuman kebiri."






Anak Kelas 4 SD Jadi Korban Pencabulan oleh Ayah Tirinya di Tangerang Selatan

23 hari lalu

Anak Kelas 4 SD Jadi Korban Pencabulan oleh Ayah Tirinya di Tangerang Selatan

Seorang anak di bawah umur menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri di Tangerang Selatan.


Polisi Sebut Seorang Guru di Batang Lakukan Pemerkosaan terhadap 10 Muridnya

24 hari lalu

Polisi Sebut Seorang Guru di Batang Lakukan Pemerkosaan terhadap 10 Muridnya

Guru SMP di Kabupaten Batang diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak didiknya mulai dari kelas 7 hingga 9. Dilakukan di berbagai tempat di sekolah.


Polisi Usut Pencabulan Santriwati di Bandung

44 hari lalu

Polisi Usut Pencabulan Santriwati di Bandung

Kepala Polresta Bandung Komisaris Besar Kusworo Wibowo mengatakan, pihaknya tengah mengusut kasus pencabulan di pesantren itu.


Sopir Taksi Buron Kasus Pencabulan Anak di Kebayoran Lama Ditangkap Polisi

50 hari lalu

Sopir Taksi Buron Kasus Pencabulan Anak di Kebayoran Lama Ditangkap Polisi

Polres Metro Jakarta Selatan sempat menerbitkan DPO sopir taksi pelaku pencabulan anak tetangganya sendiri itu.


Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

50 hari lalu

Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

Kasus kekerasan seksual anak ini telah dilaporkan ke Polres Bogor dan naik ke tahap penyidikan, namun belum ada penahanan terhadap terlapor.


MA Bebaskan Eks Dekan Fisip Unri dari Kasus Dugaan Pencabulan

51 hari lalu

MA Bebaskan Eks Dekan Fisip Unri dari Kasus Dugaan Pencabulan

MA membebaskan eks Dekan Fisip Unri yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswanya. Pengacara sebut perkara ini sudah inkrah.


Mahfud MD Sebut Psiko-hierarki dan Psiko-politis dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J, Apa Artinya?

54 hari lalu

Mahfud MD Sebut Psiko-hierarki dan Psiko-politis dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J, Apa Artinya?

Menkopolhukam Mahfud MD menyebut kasus penembakan Brigadir J bukanlah kriminal biasa, ada unsur psiko-hierarki dan psiko-politis. Apakah artinya?


Guru Ngaji yang Cabuli 10 Muridnya di Depok Divonis 19 Tahun Penjara

58 hari lalu

Guru Ngaji yang Cabuli 10 Muridnya di Depok Divonis 19 Tahun Penjara

Selain menjatuhkan vonis 19 tahun penjara untuk guru ngaji cabul itu, majelis hakim juga mengabulkan permintaan restitusi yang diajukan penuntut umum.


Ayah Brigadir J Temui Mahfud Md, Sakit Hati Anaknya Difitnah Mencabuli

59 hari lalu

Ayah Brigadir J Temui Mahfud Md, Sakit Hati Anaknya Difitnah Mencabuli

Ayah Brigadir J menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jokowi yang meminta kasus penembakan terhadap anaknya tidak ditutup-tutupi.


Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual di SMPN 6 Kota Bekasi

59 hari lalu

Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual di SMPN 6 Kota Bekasi

Terduga pelaku pelecehan seksual merupakan staf perpustakaan berinisial DP berusia 30 tahun