Kamis, 16 Agustus 2018

Demi Ahok, Fifi Lety Indra Bersedia Lakukan Ini

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Fify Leti Indra bersiap sebelum sidang perdana gugatan perceraian di PN Jakarta Utara, 31 Januari 2018. Hakim terpaksa menunda persidangan karena pihak tergugat tidak ada yang datang.  Tempo/Fakhri Hermansyah

    Tim kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Fify Leti Indra bersiap sebelum sidang perdana gugatan perceraian di PN Jakarta Utara, 31 Januari 2018. Hakim terpaksa menunda persidangan karena pihak tergugat tidak ada yang datang. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkara gugatan cerai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap Veronika Tan telah menyita pikiran Fifi Lety Indra. Sebagai adik sekaligus pengacara Ahok, Fifi merasa tidak punya pilihan. "Saya sampai enggak bisa tidur," ucap Fifi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu, 31 Januari 2018. 

    Fifi sama sekali tidak menyangka kakaknya akan menggugat cerai Veronica. Sebagai adik, dia tidak ingin Ahok bercerai. Namun, ketika Ahok memilihnya menjadi pengacara, ia tidak mampu menolak. "Perkara ini membutuhkan orang yang bisa dipercaya," ujar Fifi.

    Baca juga: Perjalanan Veronica Tan dan Ahok, Sejak Bertemu Hingga Gugatan Cerai

    Menurut Fifi, sebenarnya dia tidak mau datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dia masih trauma dengan proses sidang perkara penistaan agama yang menimpa Ahok setahun lalu. "Waktu itu, sidangnya kan di sini juga," kata Fifi. Perkara itu benar-benar menyedot perhatian masyarakat. Fifi enggan mengingatnya. "Tidak mau lagi menginjakkan kaki ke pengadilan. Enough, enough."

    Nyatanya, Fifi harus menarik lagi ucapannya. Dia terpaksa menginjakkan kaki di pengadilan itu demi sang kakak. Melalui biro hukum milik Fifi, gugatan cerai Ahok itu didaftarkan pada 5 Januari 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.