Mendekati Imlek, Cuaca Jakarta Terus Diguyur Hujan

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kawasan sekitar Bundaran HI usai diguyur hujan di Jakarta (8/1). Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6,9 persen pada tahun 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.  Tempo/Aditia Noviansyah

    Suasana kawasan sekitar Bundaran HI usai diguyur hujan di Jakarta (8/1). Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6,9 persen pada tahun 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Hujan mengguyur Jakarta menjelang perayaan Imlek 2018. Hal ini sesuai dengan prakiraan cuaca BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika soal potensi hujan disertai kilat dan angin kencang pada Kamis pagi hingga sore, 15 Februari 2018.

    Juri bicara BMKG Hary Djatmiko mengatakan cuaca Kamis pagi akan berawan dan potensi terjadi hujan ringan di Jakarta Utara dan Pusat.

    Baca juga: Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Hujan? Ini Jawaban dari Ahli

    “Secara keseluruhan kondisi cuaca di Jakarta dan sekitarnya berawan dan terjadi hujan ringan," kata Hary dalam pernyataan tertulis.

    Intensitas hujan sedang akan terjadi pada siang hari di kawasan Jakarta Barat dan Selatan. Sedangkan, sebagian wilayah lain di Jakarta hanya diguyur hujan ringan. Pada malam hari kondisi cuaca berawan, dan baru terjadi hujan ringan pada dini hari.

    "Hujan ringan berpotensi terjadi pada dini hari si Kepulauan Seribu, Jakpus, Jaksel dan Jaktim," ucapnya.

    Adapun suhu udara pada satu hari menjelang Imlek ini diperkirakan mencapai 23-31 derajat celcius, dengan kelembapan udara 65-90 persen. Angin bergerak dari barat menuju barat laut dengan kecepatan 5-30 km per jam menurut prakiraan cuaca BMKG.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.