Pipa Gas PGN Bocor di Cawang, Halte Busway Berhenti Beroperasi

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titik kebocoran pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang bocor di depan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta Timur, Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Titik kebocoran pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang bocor di depan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta Timur, Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Letjen MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, bocor untuk kedua kalinya. Insiden terjadi tepat di lokasi proyek pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) di depan Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN).

    Tak ayal, insiden ini berimbas pada aktivitas warga di sekitar lokasi kebocoran. Ruas jalan dari perempatan Hotel Ibis Cawang menuju perempatan Jalan Dewi Sartika ditutup selama dua jam, dari pukul 7 sampai 9 malam. Akibatnya, kendaraan dari depan Universitas Kristen Indonesia (UKI) tidak bisa berbelok ke kiri menuju arah Tugu Pancoran.

    Sejumlah warga terpaksa berjalan kaki menyusuri Jalan MT Haryono dari Hotel Ibis hingga ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. "Ya silakan berjalan di sisi kanan jalan," kata seorang petugas keamanan di lokasi kejadian, Rabu malam, 14 Maret 2018.

    Tak hanya itu, Halte Transjakarta Cawang BNN pun terpaksa berhenti beroperasi dan melayani penumpang. Seorang calon penumpang tampak keluar dari halte setelah diberi tahu oleh petugas Transjakarta. Busway baru melayani penumpang sekitar pukul 9 lewat 15 menit.

    Pipa gas milik PGN kembali bocor. Dugaan sementara dari PGN, pipa bocor akibat aktivitas proyek LRT. "Jadi bukan terkena mata bor seperti kemarin, tapi tampaknya akibat backhoe yang melakukan galian tanah," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama. Ia turun langsung ke lokasi kejadian mengecek proses perbaikan pipa.

    Rachmat mengatakan, aliran gas untuk beberapa konsumen kemungkinan besar akan mengalami gangguan. Pipa di lokasi tersebut merupakan salah satu jaringan gas untuk konsumen di sekitar Rumah Susun Bidaracina dan Kalibata Mall. "Di titik malam tertentu akan kami matikan, agar tidak bahaya," kata Rachmat.

    Pukul 9 lewat 30 menit, Rachmat belum beringsur dari lokasi bocornya pipa PGN. Ia berdiri di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada persis di depan Gedung Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, di sampung Gedung BNN.

    Dari jembatan tersebut, terlihat jelas titik kebocoran pipa yang dikelilingi seng setinggi 2 meter dan garis polisi. Soal berapa nilai kerugian, ia hanya menjawab singkat, "belum bisa dihitung."

    General Manager Departemen LRT PT Adhi Karya Agus Karianto mengatakan sejak kejadian pertama, segala aktivitas konstruksi kereta ringan di depan BNN dihentikan total. "Kebocoran lebih karena perbaikan pipa (oleh PGN) yang belum tuntas penyelesaiannya," kata Agus melalui pesan singkat

    Kebocoran pipa PGN pertama terjadi Senin malam, 12 Maret 2018. Mata bor proyek kereta ringan mengenai pipa gas yang ditanam sedalam 1,5 meter dari permukaan tanah. Saat itu, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengakui ada miskomunikasi antara kontraktor dan subkontraktor. "Awalnya sudah minta bekerja malam hari di sekitar itu (titik kebocoran)," kata Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.