Gerbang Tol Kayu Besar Ditutup Mulai 24 Maret 2018, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan bermotor di gerbang tol Kemayoran, Jakarta, 31 Oktober 2017 PT. Jasa Marga Persero (Tbk) mengumumkan seluruh gerbang tol di Indonesia secara serentak hanya melayani transaksi non tunai. Tempo/Tony Hartawan

    Antrean kendaraan bermotor di gerbang tol Kemayoran, Jakarta, 31 Oktober 2017 PT. Jasa Marga Persero (Tbk) mengumumkan seluruh gerbang tol di Indonesia secara serentak hanya melayani transaksi non tunai. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol akan menutup gerbang tol Kayu Besar di ruas Jakarta Outer Ring Road mulai 24 Maret pukul 06.00 WIB. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa penutupan gerbang tol (GT) Kayu Besar merupakan tahap awal pelaksanaan integrasi jalan tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road) dengan jalan tol akses Tanjung Priok secara menyeluruh.

    Dengan penutupan GT Kayu Besar, para pengguna tol dapat membayar di GT Kamal 1 dan GT Kamal 3. "Penggabungan untuk efisiensi operasi," ujarnya melalui layanan pesan singkat, Rabu, 21 Maret 2018.

    Dengan penggabungan ruas tol JORR W1 dan ruas tol Cengkareng, para pengguna tol tidak harus berhenti dua kali untuk melakukan transaksi. 

    AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dwimawan Heru menuturkan bahwa perseroan dan PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) akan mengoperasikan bersama GT Kamal 1 dan GT Kamal 3, pada 24 Maret 2018 mulai pukul 06.00 WIB.

    Pengoperasian GT Kamal 1 dan GT Kamal 3 secara bersama dilakukan sebagai dampak ditiadakannya transaksi di GT Kayu Besar sehingga nantinya pembayaran tarif tol JORR W1 yang biasa dilakukan di GT Kayu Besar akan dilakukan di GT Kamal 1 dan GT Kamal 3.

    "Mekanisme transaksi pada GT Kamal 1 dan GT Kamal 3 setelah dilakukan integrasi tahap 1 adalah GT Kamal 1 melayani kendaraan asal Pluit yang akan menuju arteri Daan Mogot dan jalan tol JORR W1 akan dipisahkan dengan separator yang dipasang sebelum dan sesudah gerbang tol," ucapnya.

    Kendaraan yang menuju arteri Daan Mogot membayar tarif jalan tol Sedyatmo saja, sedangkan kendaraan yang menuju JORR W1 diharuskan membayar tarif tol JORR W1 dan tarif jalan tol Sedyatmo.

    Untuk GT Kamal 3 akan melayani kendaraan asal Cengkareng yang menuju jalan tol JORR W1 diharuskan membayar tarif tol JORR W1 dan tarif jalan tol Sedyatmo.

    Besaran tarif tol pada jalan tol Sedyatmo dan jalan tol JORR W1 (Kebon Jeruk—Penjaringan) tidak mengalami penyesuaian tarif tol.

    "Golongan 1 menjadi Rp16.500, sebelumnya Rp9.500 JORR W1 dan Sedyatmo Rp7.000," ujarnya.

    Dengan dioperasikannya GT Kamal 1 dan Kamal 3 secara bersama, kata Heru, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki tol dan memperhatikan rambu yang terpasang pada GT Kamal 1.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.