Kisruh Jatibaru Raya, Giliran PKL Tanah Abang Aksi Demo Ombudsman

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tukang ojek membawa penumpang dari depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 2 Februari 2018. Lima hari Transjakarta Tanah Abang Explorer tak beroperasi, Jalan Jatibaru Raya dilewati tukang ojek. TEMPO/Subekti.

    Tukang ojek membawa penumpang dari depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, 2 Februari 2018. Lima hari Transjakarta Tanah Abang Explorer tak beroperasi, Jalan Jatibaru Raya dilewati tukang ojek. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang yang tergabung dalam Forum Pedagang Kreatif Lapangan Jatibaru akan menggelar demo di depan gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, siang ini pukul 12.00 WIB, Selasa 3 April 2018.

    Hal tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono. "Ya, benar. Nanti siang rencana demonya," kata dia saat dihubungi, Selasa, 3 April 2018 soal rencana aksi PKL Tanah Abang tersebut.

    Baca : Anies Baswedan Dikritik Soal Tanah Abang, Diminta Tiru Wali Kota Risma

    Polisi akan menurunkan sekitar 200 personil untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut. "Ada 200 personil kira-kira," ujar Argo Yuwono.

    Adapun koordinator aksi demo, Giswar Ranto menuturkan ada tiga hal yang akan dilakukan para PKL tersebut. "Satu, kami minta mimbar bebas bersama 500 orang PKL Jatibaru," ujar Giswar saat dihubungi, hari ini, Selasa 3 April 2018.

    Kedua, mereka akan menggelar dagangan kaki lima di depan gedung Ombudsman RI dan mengeluarkan pernyataan sikap kepada Ombudsman RI.

    "Nanti saya akan langsung berbicara langsung di lapangan," ujar Giswar Ranto memimpin rombongan PKL Tanah Abang. Dia menilai, Ombudsman RI hanya tajam kepada para pedagang kaki lima. Tapi, tumpul terhadap kasus korupsi Reklamasi Teluk Jakarta dan RS Sumber Waras.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.