Sandiaga Uno Tak Tahu Rekannya Bayar Ganti Rugi Rp 3,4 Miliar

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan di Polda Metrojaya dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah di Jakarta, 30 Januari 2018. Lahan yang dipermasalahkan sebelumnya diklaim milik PT Japirex, Sandiaga Uno menduduki posisi komisaris utama di perusahaan tersebut. TEMPO/Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjalani pemeriksaan di Polda Metrojaya dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah di Jakarta, 30 Januari 2018. Lahan yang dipermasalahkan sebelumnya diklaim milik PT Japirex, Sandiaga Uno menduduki posisi komisaris utama di perusahaan tersebut. TEMPO/Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan tak tahu-menahu soal uang ganti rugi sebesar Rp 3,4 miliar yang dibayarkan Andreas Tjahjadi kepada Djoni Hidayat. Ganti rugi ini terkait dengan dugaan penipuan dan penggelapan lahan di Jalan Curug Raya, Desa Kadu, Tangerang.  "Itu saya tidak tahu. Saya sudah lama enggak mengikuti (kasus ini) sama sekali," kata Sandiaga, Senin, 23 April 2018.

    Sebelumnya, Djoni melaporkan Sandiaga dan Andreas ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan lahan di Jalan Curug Raya itu. Polisi menetapkan Andreas sebagai tersangka Sandiaga masih sebatas saksi.

    Pada Maret lalu, penyidik menyatakan pemeriksaan terhadap Andreas telah selesai dan berkas perkara telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Belakangan, Fransiska Kumalawati Susilo, kuasa hukum Djoni, mengungkapkan bahwa Andreas menawarkan perdamaian dan bersedia membayar ganti rugi sebesar Rp 3,4 miliar.

    Atas dasar itu Djoni kemudian bersedia mencabut laporannya di kepolisian. Untuk pencabutan ini, ia melampirkan surat pemberitahuan ihwal kesepakatan damai antara pelapor dan terlapor. "Surat perdamaian diserahkan ke Polda minggu lalu," kata Fransiska, 22 April 2018.

    Sejauh ini polisi belum memberi penegasan apakah kesepakatan damai itu bisa menghentikan proses hukum atau tidak. Sementara kejaksaan menyatakan masih menunggu penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka agar bisa dilanjutkan ke tahap penuntutan.

    Fransiska menambahkan, urusan kliennya dengan Sandiaga tidak berhenti di kasus lahan saja. Ia berencana melaporkan Sandiaga untuk dugaan pencurian saham. Namun, dia belum bersedia detail kasus yang akan dilaporkan itu. “Nanti saja,” katanya.

    Sandiaga Uno tak mau menanggapi rencana Fransiska itu. Dia hanya menegaskan bahwa selama menjalani bisnis dirinya tak pernah mendapat masalah. "Kalau Bu Fransiska ada lagi, kembali lagi, 4L, lo lagi lo lagi, ya kami tentunya serahkan kepada pihak berwenang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.