Alasan Angkasa Pura Kebut Bangun Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rangkaian gerbong skytrain melintas di antara Terminal 2 dan Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Untuk sementara kereta ini hanya melayani penumpang dari Terminal 2 menuju Terminal 3 atau sebaliknya. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sebuah rangkaian gerbong skytrain melintas di antara Terminal 2 dan Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Untuk sementara kereta ini hanya melayani penumpang dari Terminal 2 menuju Terminal 3 atau sebaliknya. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Angkasa Pura II memastikan memulai pembangunan landasan pacu (runway) 3 Bandara Soekarno-Hatta pada akhir April 2018 ini. Kepastian ini didapat setelah 50 persen lahan untuk pembangunan runwway dengan nilai investasi sebesar Rp 2,6 triliun ini telah dikuasai perusahaan pelat merah itu.

    "50 persen dari total lahan sudah dibebaskan, proyek Runway 3 dimulai secara paralel,"ujar Vice President Of Corporate Commucation PT Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada Tempo, Rabu 25 April 2018.

    Yado mengatakan ada beberapa tahap yang dikerjakan pada tahap prakonstruksi Runway ketiga ini yaitu, pemerataan  tanah di sisi Runway Utara  saat ini, penggeseran jalan Perimeter Utara dan membangun jalur penghubung runway utara dan selatan di sisi timur atau East cross taxiway.

    Baca : Groundbreaking Runway 3 Bandara Soetta Dijadwalkan Maret 2018

    "Semua pekerjaan kami lakukan secara paralel, sampai menunggu 100 persen tanah dibebaskan yang ditargetkan selesai akhir tahun ini," kata Yado lagi.

    Pembangunan runway ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta membutuhkan luas lahan sebesar 216 hektare. Per April 2018, PT Angkasa Pura II (Persero) telah memiliki tanah seluas 115 hektare sehingga masih diperlukan lagi lahan seluas 101 hektare yang rencananya akan selesai dibebaskan pada September 2018.

    Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas.

    President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan  dengan dibangunnya  runway ketiga, Bandara Soekarno-Hatta akan mendapatkan keuntungan aircraft movement yang jauh lebih tinggi yaitu mencapai 114 pergerakan take-off dan landing per jamnya. "Hal ini tentunya akan ditunjang dengan adanya East cross taxiway dimana pergerakan pesawat antara runway utara dan runway selatan menjadi lebih efisien”.

    Pembayaran ganti rugi pembebasan lahan bandara untuk proyek Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Diawasi Tim Saber Pungli Kajaksaan Tinggi Banten, Kamis, 1 Maret 2018 FOTO AYUCIPTA

    Per April 2018, kata Awaluddin pembangunan East cross taxiway Tahap I saat ini telah mencapai 15,3 persen yang pengoperasiannya diproyeksikan dapat dilakukan pada bulan April 2019. Keberadaan East cross taxiway, menurut dia, akan mempercepat pergerakan sisi udara baik saat proses pesawat lepas landas maupun pesawat mendarat.

    "Saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah mencapai 81 pergerakan pesawat per jam dan nantinya akan mampu mencapai 86 pergerakan pesawat per jam," demikian Awaluddin.

    Awaluddin mengatakan pembangunan runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pergerakan pesawat hingga mencapai 114 pergerakan per jam. Juga untuk mengakomodir peningkatan jumlah penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang diprediksi akan mencapai angka diatas 100 juta penumpang pada tahun 2025.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.