Deklarasi #2019GantiPresiden ke Monas, Mardani: Tidak Ganggu CFD

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster ajakan deklarasi relawan #2019GantiPresiden. Foto/Twitter Mardani Ali Sera

    Poster ajakan deklarasi relawan #2019GantiPresiden. Foto/Twitter Mardani Ali Sera

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera memindahkan lokasi Deklarasi Akbar Relawan Nasional #2019GantiPresiden dari lajur ajang car free day disingkat CFD, tepatnya dari area patung kuda Arjuna Wiwaha ke sekitaran Taman Aspirasi di area lapangan Monas (Monumen Nasional), Jakarta Pusat.

    Mardani mengatakan pemindahan itu dilakukan lantaran lokasi awal terlalu dekat dengan tempat berlangsungnya acara hari bebas berkendara atau CFD. "Tempatnya geser, seribu meter dari area CFD ke arah Taman Aspirasi," kata Mardani kepada Tempo, Sabtu, 5 Mei 2018.


    Baca : Intimidasi di CFD, Penggagas: Politisasi Menodai Tujuan Awal CFD

    Acara deklarasi #2019GantiPresiden itu akan digelar besok, Ahad, pukul 09.00-11.00 WIB. Dalam poster yang tersebar, Mardani akan hadir bersama Neno Warisman, Abu Jibril Fuad, dan para relawan gerakan #2019GantiPresiden.

    Mardani mengklaim acara itu tak akan mengganggu CFD . Dia mengaku sudah memastikan tak melanggar Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Pergub itu melarang car free day digunakan untuk kegiatan politik.

    Mardani menambahkan, lokasi acara digeser sebab dia tak ingin merepotkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno perihal ini. "Justru kami ingin meringankan gubernur dan wagub. CFD harus bebas kepentingan (politik), CFD adalah tempat kita menyuarakan kegembiraan kita," ujar Mardani lagi.


    Simak pula : Sandiaga Uno Akan Garuk Kelompok yang Pakai CFD untuk Politik

    Rencana deklarasi tersebut memang menuai polemik. Musababnya, Ahad pekan lalu terjadi dugaan intimidasi bermotif politik di kawasan CFD . Sekelompok orang berkaus #2019GantiPresiden diduga mengintimidasi seorang pria dan seorang ibu bersama anaknya. Korban intimidasi tersebut mengenakan kaus #DiaSibukKerja.

    Mardani mengklaim, gerakan #2019GantiPresiden yang dia gagas pada dasarnya ingin mengedukasi publik soal hak pilih mereka. Menurut dia, misi itu tak boleh berhenti karena ada insiden tertentu. "Jangan karena suatu kejadian kecil, kita jadi tidak maju dalam mendidik masyarakat," ujar Mardani tak menyinggung spesiifik ke kasus gesekan di CFD Ahad lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.