Pembunuhan Laura Dipicu Kebiasaan Stefanus Lupa Tutup Pintu

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. ajsberg.com

    Ilustrasi pembunuhan. ajsberg.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menelisik pembunuhan terhadap Laura, 41 tahun, di Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. Penyidik sudah menangkap dan menetapkan Stefanus sebagai tersangka. Pemuda 25 tahun itu adalah kekasih Laura.

    Kepala Unit Reskrim Kepolisian Sektor Tambora Supriyatin mengatakan Stefanus sudah mengakui perbuatannya. Ia mengaku membunuh Laura karena tersinggung dengan ucapan kekasihnya  itu. “Sebelum membunuh korban, tersangka mengaku memang ada pertengkaran,” kata Supriyatin, Senin, 7 Mei 2018.

    Kepada polisi Stefanus mengaku sudah lima bulan tinggal di rumah kekasihnya. Mereka berencana menikah pada Agustus nanti.

    Pada 4 Mei lalu,  Stefanus datang ke rumah Laura dan tidak menutup pintu. Laura marah karena itu sudah menjadi kebiasaan kekasihnya. Bahkan Laura beberapa kali ditegur oleh sang ayah akibat kebiasan buruk Stefanus tersebut. “Katanya, kalau terbuka, bisa mengundang pencuri masuk,” kata Supriyatin, mengulangi keterangan Stefanus.

    Saat itulah terjadi pertengkaran antara Laura dan Stefanus. Laura  bukan lagi mempermasalahkan pintu yang lupa ditutup. Dia mulai menyinggung biaya perkawinan dan masalah-masalah lain di masa lalu. Keduanya saling berkata dengan suara tinggi.

    Puncaknya, Laura mengambil pisau lalu benda itu digunakan untuk mengancam kekasihnya. Stefanus tak tinggal diam. Dengan sekuat tenaga dia merebut pisau di tangan Laura. Setelah berpindah tangan, Stefanus  menggunakan pisau itu untuk menikam Laura. “Ada empat luka tusukan di tubuh korban,” kata Supriyatin.

    Untuk menghilangkan jejak, Stefanus membawa mayat Laura ke Pantai Karang Serang, Tangerang. Di sana ia membakar jasad kekasihnya.

    Pembunuhan itu terungkap setelah seorang teman Stefanus berinisial Az melapor ke Polsek Tambora.  Az dan tiga temannya diminta oleh Stefanus untuk menggotong gulungan kain ke mobil. Az curiga karena gulungan kain itu seperti membungkus tubuh manusia.

    Berkat laporan Az inilah polisi akhirnya bisa mengungkap perbuatan Stefanus kepada Laura. Stefanus dibekuk polisi sehari setelah pembunuhan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.