Kerusuhan Mako Brimob: Bom Disita, 155 Napi Teroris Menyerah

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi di Mabes Polri, Jakarta, 25 Mei 2016. TEMPO/Inge

    Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi di Mabes Polri, Jakarta, 25 Mei 2016. TEMPO/Inge

    TEMPO.CO, Depok – Komandan Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan, penindakan tegas dilakukan setelah berakhirnya kerusuhan Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok.

    “Saya melakukan penindakan, ledakan itu untuk meledakkan tembok tahanan,” kata Rudy di Markas Komando (Mako) Brimob hari ini, Kamis, 10 Mei 2018.

    Kerusuhan selama sekitar 40 jam tersebut berakhir pagi tadi, sekitar pukul 07.15 WIB ditandai dengan suara ledakan tiga kali disusul dengan iring iringan mobil yang keluar dari Mako Brimob.

    BacaTahanan Polda Metro Jaya Takbir Setelah Kerusuhan Mako Brimob

    Peledakkan tembok Rutan Salemba di Mako Brimob tersebut, menurut Rudy, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan sebab para tahanan berhasil merebut bahan peledak atau bom dari ruang pemeriksaan Mako Brimob. Namun, tak ada yang terluka dalam tindakan itu.

    “Mereka juga sudah sampaikan menyimpan bom," ucap mantan Kepala Polda Sulawesi Tengah ini.

    Bom-bom itu adalah barang bukti sitaan yang belum sempat digudangkan oleh penyidik Densus 88. "(Bom) Di ruang pemeriksaan itu yang mereka ambil lagi, untuk diledakkan di sini.

    Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin menyatakan, 155 narapidana dan tahanan kasus terorisme telah menyerah. Dia tidak menjawab ketika ditanya alasan mereka menyerah setelah 40 jam kerusuhan.

    “Bukan kapasitas saya menjawab (alasan menyerah). Upaya penanggulangan terorisme dengan pembebasan penyaderaan dilakukan dengan pendekatan lunak," ujarnya.

    Sejak Selasa malam, 8 Mei 2018, sekitar pukul 20.20 WIB kerusuhan terjadi di Mako Brimob dipicu pemeriksaan makanan di sel Blok C. Lima anggota Densus 88 dibunuh dan satu tahanan teroris tewas ditebak karena merebut senjata polisi yakni Benny Syamsu Tresno alias Abu Ibrohim. Sedangkan empat polisi terluka, termasuk Bripka Iwan yang disandera.

    Lima polisi yang tewas dalam kerusuhan Mako Brimob yang dilakukan napi dan tahanan teroris adalah Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Iptu Luar Biasa Anumerta Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, dan Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?