Jumat, 17 Agustus 2018

Antisipasi Teroris, Polisi Awasi Kelompok Mencurigakan di Bekasi

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Densus 88 membawa barang bukti saat penggeledahan usai penangkapan dua terduga teroris di Jemaras, Klangenan, Kab. Cirebon, Jawa Barat, 17 Mei 2018. Tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris yang tergabung dalam jaringan JAD. ANTARA FOTO/Risky Maulana/

    Tim Densus 88 membawa barang bukti saat penggeledahan usai penangkapan dua terduga teroris di Jemaras, Klangenan, Kab. Cirebon, Jawa Barat, 17 Mei 2018. Tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris yang tergabung dalam jaringan JAD. ANTARA FOTO/Risky Maulana/

    TEMPO.CO, Bekasi - Untuk mempersempit ruang gerak teroris, polisi telah meningkatkan pengawasan di sejumlah titik. Tidak terkecuali di Bekasi. Bahkan saat ini ada sejumlah kelompok yang tengah diawasi. "Tim Densus (Detasemen Khusus 88) yang mengawasinya," kata Kepala Kepolisian Resor Metro Kota Komisaris Besar Indarto, Kamis, 17 Mei 2018.

    Indarto tak bersedia menyebutkan kelompok-kelompok yang tengah diawasi tersebut. Sebab, informasi ini hanya boleh diketahui kepolisian. “Ini untuk memudahkan pengawasan,” ujarnya. "Secara umum, sampai sekarang di Bekasi masih kondusif."

    Maraknya serangan teror dalam sepekan terakhir di Indonesia membuat Indarto merasa perlu mengingatkan masyarakat untuk tenang, tapi tetap waspada. "Jangan malah memperkeruh suasana yang menyebabkan orang menjadi takut," ucapnya.

    Ketika ada pesan berantai yang menyebutkan adanya kejahatan atau teroris, misalnya, masyarakat diminta tidak menyebarluaskannya melalui media sosial. "Serahkan kepada polisi saja yang menyelidiki karena sekarang membedakan informasi yang benar dan salah cukup sulit," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.