Pilot Ancam Mogok Kerja, Kenapa 5000 Awak Kabin Garuda Tak Ikut?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garuda Indonesia. garuda-indonesia.com

    Garuda Indonesia. garuda-indonesia.com

    TEMPO.CO, Tangerang -Sekretaris Jenderal Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi), Haryo Budi Santoso mengatakan sekitar 5000 awak kabin Garuda Indonesia tidak akan ikut serta dalam rencana mogok kerja yang akan dilakukan oleh Serikat Kerja Garuda dan Asosiasi Pilot Garuda.

    "Kami (Ikagi) belum mengarah kesana (ikut mogok kerja)," ujar Haryo Budi Santoso kepada Tempo, Jum'at 1 Juni 2018 soal rencana aksi mogok kerja para pilot Garuda.

    Pernyataan Haryo Budi Santoso ini menyikapi gonjang ganjing rencana mogok kerja seluruh kru dan karyawan Garuda Indonesia dalam waktu dekat ini.

    Baca : Pilot dan Karyawan Ancam Mogok Kerja, Ini Kata Garuda Indonesia

    Haryo mengatakan meski mengetahui permasalahan di tubuh Garuda Indonesia benar ada seperti yang disampaikan Sekarga dan APG, namun posisi Ikagi saat ini tidak bisa bergabung dalam unjuk rasa itu.

    "Karena saat ini kami sedang menghadapi masalah hubungan industrial terkait dana pensiun, kami harus memenuhi syarat Keputusan Menteri nomor 232, dengan menyelesaikan masalah melalui bepartit, three partit, mediasi," tutur Haryo.

    Untuk itu, kata dia, sekitar 5000 anggota awak kabin Garuda Indonesia tidak akan masuk dalam aksi mogok tersebut. Sampai saat ini, menurut Haryo, Ikagi juga tidak dilibatkan dalam rapat konsolidasi aksi mogok kerja yang dilakukan Sekarga dan APG.

    Haryo mengakui jika pilot tidak ada yang bekerja, secara otomatis awak kabin tidak bekerja. "Tapi kami bukan bagian dari aksi mogok itu," ia menegaskan.

    Sebelumnya, Presiden APG Captain Bintang Handono mengatakan 1300 pilot, 5000 awak kabin dan 10 ribu karyawan Garuda Indonesia akan melakukan aksi mogok kerja dalam waktu dekat ini.

    "Saat arus mudik Lebaran pun kami lakukan, jika pemerintah tidak segera turun tangan mengatasi masalah ini,"ujarnya Kamis 31 Mei 2018.

    Simak : Pilot Garuda Berencana Mogok Kerja, YLKI Beberkan Risikonya

    Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737 Max 8

    Bintang mengatakan seluruh kru dan karyawan Garuda yang tergabung dalam Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) yang berjumlah 10 ribu orang melakukan mogok massal pada waktu yang telah ditentukan.

    "Kami pastikan seluruhnya mogok, untuk waktunya nanti kami beritahukan, saat ini kami masih menunggu niat baik pemerintah untuk menyelamatkan Garuda," cetus Bintang.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury menyayangkan rencana itu. “Kami tentunya berharap rekan-rekan APG dan Sekarga  tetap memprioritaskan komitmen bersama terkait dengan upaya pemenuhan hak konsumen, khususnya menjelang periode peak season yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan," kata Pahala, Kamis, 31 Mei 2018. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.