Ternyata, Pohon Imitasi Pernah Dipasang Saat Tahun Baru 2017

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintasi pohon imitasi di trotoar Jalan MH Thamrin, Jakarta. Facebook Koalisi Pejalan Kaki

    Pejalan kaki melintasi pohon imitasi di trotoar Jalan MH Thamrin, Jakarta. Facebook Koalisi Pejalan Kaki

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi (Sudin PE) Jakarta Pusat Iswandi mengatakan sejumlah pohon imitasi, yang diprotes masyarakat dan warganet, dipasang tidak kali ini saja.

    Melainkan pohon-pohon imitasi itu sudah pernah dipasang pada saat malam tahun baru 2017.

    "Bahkan posisi pemasangannya sama persis dan tidak berubah, tapi baru kali ini diprotes," ujar Iswandi saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Jumat siang, 1 Juni 2018.

    Baca : Anies Baswedan Jelaskan Pohon Imitasi Tanpa Izin: Ngawur Aja

    Keberadaan beberapa pohon imitasi dari plastik yang dipasang di trotoar sepanjang jalan Thamrin, Jakarta Pusat itu menuai kritik dari masyarakat. Lampu berbentuk pohon itu dianggap menghalangi lalu-lalang pengguna trotoar.

    Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus dalam akun facebooknya menyesalkan pemasangan tersebut. "Kalau memang trotoar-trotoar itu cukup sempit, jangan dipaksakan dipasang," ujar Alfred melalui sambungan telepon kepada Tempo, Kamis, 31 Mei 2018.

    Lebih lanjut, Iswandi mengatakan 48 pohon imitasi m itu sebenarnya dipasang di trotoar dengan lebar minimal lima meter dengan posisinya mepet ke pagar bangunan. Namun, untuk beberapa titik, seperti di depan gerai Starbucks Thamrin, kondisi trotoarnya menyempit. Titik tersebut yang mendapat protes dari masyarakat.

    Iswandi mengakui pemasangan beberapa pohon imitasi di titik yang sempit itu luput dari pengawasannya. Sehingga membuat pohon imitasi lainnya harus dicopot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.