Alumni 212 Gelar Unjuk Rasa Tuntut Mendagri Mundur

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi massa kembali digelar oleh Persaudaraan Alumni 212. Kali ini aksi dilakukan di depan kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 6 April 2018. MARIA FRANSISCA

    Aksi massa kembali digelar oleh Persaudaraan Alumni 212. Kali ini aksi dilakukan di depan kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 6 April 2018. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Alumni 212 menggelar unjuk rasa bersama sejumlah elemen masyarakat, Jumat, 6 Juli 2018. Dalam aksi ini mereka  menuntut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk mundur dari jabatannya. "Aksi ini bakal diikuti oleh puluhan ribu orang," kata koordinator unjuk rasa, Fikri Bareno, melalui pesan singkat.

    Menurut Fikri, lewat aksi hari ini pengunjuk rasa menuntut juga kepada pemerintah untuk menuntaskan kasus proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Selain itu mereka juga mempertanyakan kebijakan pemerintah yang menunjuk Komisaris Jenderal M. Iriawan sebagai pelaksana tugas sementara Gubernur Jawa Barat. "Kami menuntut agar Mendagri dipecat karena kedua kasus itu," ujarnya.

    Tuntutan lainnya adalah meminta polisi segera menangkap tiga orang yang diduga menista agama. Ketiganya adalah Sukmawati Soekarnoputri, Victor Laiskodat, dan Ade Armando. "Seruan nasional aksi ini, tegakan keadilan," kata Fikri.

    Juru bicara Polda Metro Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi telah disiapkan untuk mengamankan unjuk rasa yang dimotori Alumni 212 itu. Rencananya Jumlah personel yang disiapkan mencapai 6.500 personel. "Kami juga siapkan polisi lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan," kata Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.