Staf Presiden Dipertemukan Tersangka Begal, Lalu...

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat menangkap seorang pelaku pencurian dengan modus penipuan ban kempis berinisial S. Ia sempat diduga satu di antara pelaku begal staf ahli presiden, Armedya Dewangga.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Rulian Syauri memastikan kalau S tidak tergabung dalam komplotan yang sedang diburu tersebut. Rulian menjelaskan kalau S ditangkap karena peristiwa begal di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

    Baca:
    Staf Presiden Ralat Keterangan, Ini Katanya

    Adapun Armedya dibegal dengan modus yang sama, penipuan ban kempis, di Tamansari, Jakarta Barat. “Tempat kejadian perkaranya (TKP) beda jadi belum bisa dibuktikan,” kata Rulian saat dihubungi lewat aplikasi percakapan di telepon genggam, Jumat, 6 Juli 2018.

    Menurut Rulian, Armedya telah dipertemukan dengan S untuk membantu mengidentikasi pelaku pembegalnya. Tenaga ahli muda di Kedeputian III Bidang Kajian Pengelolaan dan Isu Ekonomi Strategis, Kantor Staf Presiden Pemerintahan Presiden Joko Widodo, itu memastikan S bukan pelaku.

    Baca:
    Sudah Sebulan Begal Staf Presiden Masih Bebas, Ini Kata Polisi

    Polres Jakarta Barat lalu melimpahkan penanganan kasus S ke Kepolisian Sektor Sawah Besar. "Sepertinya beda kelompok (antara S dengan pencuri dalam kasus Armedya)," kata Rulian.

    Armedya terpedaya komplotan begal ketika sendirian mengendarai mobil di kawasan Jalan Gajah Mada pada Jumat sore, 8 Juni 2018. Lokasi kejadiannya sekitar Halte Transjakarta Glodok.

    Menurut Armedya, pelaku menggunakan modus meneriaki bahwa ban mobilnya kempis. Jumlah pelaku empat orang dengan mengendarai tiga sepeda motor.

    Baca:
    Staf Presiden Dibegal, KSP Bantah Dokumen Negara Melayang

    Saat Armedya turun mengecek kondisi ban mobilnya, satu pelaku diduga membuka pintu mobil dan menggondol tas ransel berisi laptop, hard disk, serta uang tunai. Yang membuat resah Armedya laptop beserta dua hard disk di dalamnya tersimpan dokumen yang semula disebutnya dokumen negara yang bersifat rahasia. Belakangan dia meralat dengan menyebut seluruhnya, “File pribadi.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.