Sandiaga Uno Hidupkan "Venesia" di Kali Besar

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Kali Besar di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu, 7 Juli 2018. Kemarin Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membuka proyek revitalisasi Kali Besar di kawasan Kota Tua yang proyeknya menghabiskan anggaran hingga Rp 260 miliar. TEMPO/Fajar Januarta

    Pemandangan Kali Besar di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu, 7 Juli 2018. Kemarin Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membuka proyek revitalisasi Kali Besar di kawasan Kota Tua yang proyeknya menghabiskan anggaran hingga Rp 260 miliar. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta baru saja menyelesaikan revitalisasi tahap satu Kali Besar di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah membuka akses kali bersejarah tersebut kepada publik sejak Jumat, 6 Juli 2018.

    “Ini sudah dibuka semua, silakan masuk,” kata Sandiaga usai meninjau lokasi. Tempo ikut mengunjungi kawasan yang dipugar sejak 2016 tersebut. Kali Besar memiliki wajah baru dengan tampilan bak kanal Venesia di Italia.

    Kawasan tersebut dibuat ramah pejalan kaki dengan area “pedestrian zone” yang cukup luas, bahkan bisa dilimtasi kendaraan bermotor. Pedestrian zone dilapisi paving block batu alam yang khusus didesain untuk memanjakan pejalan kaki.

    Sedangkan di pinggir Kali Besar, mata pengunjung akan disuguhkan oleh bangunan cagar budaya Kota Tua. Di bagian tengah, terdapat jembatan penghubung sisi timur dan barat selebar 10 meter yang dilapis kayu.

    Di sisi kanan kiri Kali Besar dan jembatan tersebut, bunga cantik dan warna-warni menghias Kali Besar yang hampir selesai bersolek. Di kedua sisi jembatan juga terpasang dua instalasi patung.

    Salah satu yang baru dari kawasan tersebut adalah guiding blocks yang ramah disabilitas. Fungsinya sebagai akses kursi roda menuju jembatan. Di pingggir kali, berderet anjungan dengan jarak masing-masing sekitar lima meter yang juga dilengkapi kursi.

    Pada bagian lain, terpasang pijakan mengapung, lengkap dengan pembatas di sisinya untuk mengajak pengunjung menikmati pemandangan Kali Besar lebih dekat. Terdapat pula jalan menurun yang kini masih ditutup untuk umum. Jalan ini sebagai akses pengunjung untuk menuju pijakan mengapung tersebut.

    Setiap jarak 10 meter, area Kali Besar juga dilengkapi dengan bak sampah. Terdapat pula meteran parkir untuk kendaraan bermotor. Namun, meteran tersebut sengaja ditutup dan tidak jadi digunakan usai Sandiaga Uno melarang kendaraan bermotor memasuki area tersebut.

    Usai dibuka pada Jumat lalu, warga berbondong-bondong menikmati kawasan Kali Besar yang  telah tertata rapi. Para pengunjung tampak berjalan menyusuri Kali Besar dan mengabadikan suasana memggunakan kamera atau video telepon selular.

    Wima, warga Matraman, Jakarta Timur, mengaku sengaja mendatangi Kali Besar saat dibuka oleh Sandiaga Uno untuk mengabadikan suasana baru di sana menggunakan drone. “Bagus banget, udah kayak Venesia. Tinggal ada perahu gondola, udah pas deh. Enggak kayak di Jakarta,” kata Wima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.