Deklarasi Calon Presiden dari KAHMI Hoax, Anies Baswedan: Kejam

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung, Mahfud MD dan Anies Baswedan dalam Pelantikan Majelis Nasional KAHMI periode 2012-2017 di Jakarta, Selasa (5/2). Acara pelantikan sendiri mengambil tema Memenangkan Masa Depan Indonesia dengan Mahfud MD sebagai ketua Presidium. TEMPO/Seto Wardhana

    Anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung, Mahfud MD dan Anies Baswedan dalam Pelantikan Majelis Nasional KAHMI periode 2012-2017 di Jakarta, Selasa (5/2). Acara pelantikan sendiri mengambil tema Memenangkan Masa Depan Indonesia dengan Mahfud MD sebagai ketua Presidium. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan informasi tentang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2019 adalah tidak benar.

    "Itu hoax," kata Anies saat dijumpai awak media setelah menghadiri acara Milad Ke-47 Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, Rabu, 11 Juli 2018.

    Baca juga: Fahri Hamzah Tolak Anies Baswedan Jadi Capres di 2019, Kenapa?

    Sebelumnya, poster undangan dari KAHMI untuk mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden beredar di media perpesanan. Poster menampilkan foto Anies dengan latar belakang bendera merah putih dan ditempel logo KAHMI di sebelah kiri atas.

    Menurut poster itu, deklarasi akan dilakukan di kantor Anies, Bale Agung Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Tercatat, tanggal penyelenggaraan dilakukan pada Kamis, 12 Juli 2018. Deklarasi akan dimulai pukul 19.00 hingga 22.00.

    Simak juga: Anies Copot Orang Pilihan Ahok, Mantan Dirut Jakpro Buka Suara

    Poster undangan juga mencantumkan nama Presidium KAHMI Siti Zuhro dan Sekretaris Jenderal KAHMI Manimbang Kahariady.

    Anies Baswedan meminta semua pihak kritis terhadap informasi yang beredar, termasuk tentang undangan deklarasi itu. "Menurut saya, yang membuat itu kejam," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.