Polisi Buru Pria Cepak Naik Yamaha NMax yang Tembak Mati Herdi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat salah seorang pelaku penembakan Herdi menunggu rekannya di Jalan Jelambar Aladin RT 3 RW 6, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    Tempat salah seorang pelaku penembakan Herdi menunggu rekannya di Jalan Jelambar Aladin RT 3 RW 6, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, 23 Juli 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Utara masih menyelidiki pelaku pembunuhan yang tembak mati seorang pria bernama Herdi di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Wakasat Reskrim Jakarta Utara Kompol Pujiyarto mengatakan, tim penyidik masih bekerja di lapangan.

    Baca: Herdi Tewas Ditembak Mati di Kepala, Begini Kata Tetangga

    "Masih dalam proses ungkap. Beri kami waktu, kalau sudah clear pasti disampaikan ke media," kata Pujiyarto saat dihubungi, Senin, 23 Juli 2018.

    Menurut Pujiyarto, pihaknya akan mendetailkan kasus tersebut bila bukti-bukti telah lengkap. Dia meminta media untuk bersabar lantaran penyidik masih bekerja.

    Herdi, 45 tahun, ditembak mati di bagian kepala dan dada oleh pengendara sepeda motor Yamaha Nmax. 

    Herdi adalah pekerja pada salah satu perusahaan perkapalan. Pria ini bertugas mengurus surat dan perizinan perusahaan. 

    Penembakan itu terjadi di Jalan Jelembar Aladin RT3 RW6 Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat malam, 20 Juli 2018. Herdi dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

    Baca: Polisi Duga Penembakan di Pejagalan Bukan Perampokan 

    Polisi telah memeriksa tiga saksi. Kendati begitu, polisi masih masih menyelidiki kasus ini sehingga belum bisa menjelaskan motif dan latar belakang penembakan.

    Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang tembak mati Herdi adalah pria berambut cepak. Setelah insiden, pelaku kabur bersama kawannya yang sudah menunggu menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax warna abu-abu.

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.