Perluasan Ganjil Genap, BPTJ: Jalur Alternatif Bukan Solusi!

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat di hari pertama sistem ganjil genap, Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Lani Diana

    Kemacetan di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat di hari pertama sistem ganjil genap, Rabu, 1 Agustus 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, JakartaKepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, masyarakat telah mengetahui jalur alternatif untuk menghindari aturan  pelat nomor ganjil genap. Tapi dia mengingatkan kalau jalur alternatif bukan solusi untuk menghindari ganjil genap.

    Baca:
    Hari Pertama Perluasan Ganjil Genap, 1.100 Pengemudi Ditilang

    “Solusinya, masyarakat pindah ke angkutan umum,” ujar Bambang, Rabu 1 Agustus 2018.

    Sejumlah ruas jalan alternatif dipadati oleh mobil-mobil berpelat genap, sepanjang hari pertama penerapan sanksi untuk perluasan ganjil genap tersebut. Satu jalan yang dipadati mobil berpelat genap ialah Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

    Bahkan, antrean kendaraan juga terlihat mengular mulai dari depan Apartemen Kalibata City hingga pertigaan Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan, yang mengarah ke Jalan Raya Pasar Minggu. Kendaraan berpelat genap juga tampak memadati Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur.  

    Baca:
    Buka Tutup Pintu Tol untuk Asian Games Berubah Lagi, Begini Jadinya

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf menjelaskan evaluasi perluasan ganjil-genap akan dilakukan secara berkala untuk melihat efektivitas kebijakan ini. “Kami akan evaluasi paling cepat itu tiga hari dari sekarang, paling lama seminggu. Agar perbandingannya terlihat,” tuturnya.

    Berikut ini delapan ruas jalan arteri yang akan menerapkan aturan ganjil genap, menyusul Jalan Sudirman dan MH Thamrin:

    -Jakarta Selatan di Jalan HR Rasuna Said, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Arteri Pondok Indah.
    -Jakarta Timur ada di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Ahmad Yani. 
    -Jakarta Barat Jalan S. Parman di Jakarta Barat
    -Jakarta Utara Jalan Benyamin Sueb.

    Baca juga:
    Dishub DKI Usul Perluasan Ganjil GenapSampai 13 Oktober

    Adapun rute alternatif yang dapat dilewati selama masa uji coba dan pelaksanaan perluasan sistem ganjil genap tersebut adalah sebagai berikut:

    -Jalan Perintis Kemerdekaan - Jalan Suprapto - Jalan Salemba Raya - Jalan Matraman - dan sekitar arah Timur.
    -Jalan Warung Jati Barat - Jalan Pejaten Raya - Jalan Pasar Minggu - Jalan Soepomo - Jalan Saharjo - dan sekitar arah Selatan.
    -Jalan RE Martadinata - Jalan Danau Sunter Barat - Jalan HBR Motik - Jalan Gunung Sahari - dan sekitar Utara.
    -Jalan RA Kartini - Jalan Ciputat Raya - dan sekitar arah Selatan.
    -Jalan Akses Tol Cikampek- Jalan Sutoyo - Jalan Dewi Sartika - dan sekitar arah Timur.
    -Jalan S Parman - Jalan Tomang Raya - Jalan Surya Pranoto atau Jalan Cideng - dan sekitar arah Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.