Tawuran Sadistis Pelajar di Tangsel, Gubernur Banten Turun Tangan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    TEMPO.CO.Tangerang – Peristiwa tawuran pelajar di Tangerang Selatan pada Selasa 31 Juli 2018 memaksa Gubernur Banten Wahidin Halim turun campur tangan. Tawuran itu menyebabkan satu pelajar, Ahmad Fauzan, mengalami luka tusuk di wajahnya.

    Baca:
    Tim Vipers Buru Pelaku Penusuk Korban Tawuran Pelajar di Tangsel 

    Wahidin langsung mengumpulkan kedua kepala sekolah yang pelajarnya terlibat tawuran tersebut, yakni Kepala SMK Bhipuri Cilenggang dan SMK Sasmita Jaya Pamulang. Pertemuan yang digelar di SMAN 7 Tangerang Selatan itu disaksikan pula Kepala Inspektorat dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

    Dari pertemuan itu didapat informasi ada 200 orang terlibat dalam tawuran. Sebagian disebutkannya tidak dikenal di sekolah karena ada yang memakai helm. “Saya sangat prihatin dengan peristiwa ini, karena sadisme itu sudah ada di kalangan sekolah dan perbuatan melanggar hukum juga dilakukan,” kata Wahidin.

    Wahidin mengatakan turut campur karena ada kewenangan gubernur atau pemerintah provinsi terhadap pembinaan SMA dan SMK saat ini. Dia lalu menginstruksikan dibuat forum antar sekolah yang di dalamnya melibatkan pula perwakilan dari kepolisian untuk mencegah tawuran terulang.

    Baca juga:
    Banyak Mobil Pejabat Berplat Nomor Rahasia Langgar Ganjil Genap
    Kawasan Ganjil Genap Diperluas, Plat Nomor Palsu Makin Marak?

    Tawuran terjadi pada Selasa, 31 Juli 2018, lalu di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang pukul 15.35 WIB. Dalam peristiwa itu, Ahmad Fauzan, 18 tahun, siswa SMK Sasmita Jaya menjadi korban.

    “Korban mengalami luka tusuk sebilah besi pada wajahnya," ujar Ajun Komisaris Alexander Yurikho, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Selatan.

    Nyawa Fauzan diselamatkan Angga Setiawan, seorang sopir ojek online, yang mengantarnya ke Rumah Sakit Hermina Serpong. Fauzan lalu dirujuk ke RSCM Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.