Transjakarta Layani Wisata Atlet Asian Games, Ini Daftar Rutenya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Armada bus Transjakarta dengan gambar olahraga Anggar yang akan dipertandingkan dalam Asian Games XVII, Jakarta, Sabtu (30/12). ANTARA FOTO

    Armada bus Transjakarta dengan gambar olahraga Anggar yang akan dipertandingkan dalam Asian Games XVII, Jakarta, Sabtu (30/12). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 300 bus Transjakarta akan dioperasikan khusus untuk atlet dan ofisial Asian Games 2018 nanti. Ratusan bus itu akan mengantar tetamu dalam pesta olah raga Asia tersebut mengunjungi lokasi-lokasi wisata di Jakarta.

    Baca:

    Anies: Transjakarta Gratis Setiap Akhir Pekan Selama Asian Games

    Perluasan Ganjil Genap, Penumpang Transjakarta Melonjak

    “Sebenarnya ada 350 bus, tapi 50-nya kami simpan untuk cadangan,” ujar Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 13 Agustus 2018.

    Budi mengatakan bus-bus tersebut akan mengantar atlet serta ofisial menuju obyek wisata belanja, sejarah, serta hiburan atraksi seni dan budaya. Tapi, dia menambahkan, tidak seluruh 300 bus akan beroperasi sejak awal.

    Budi menerangkan, antusiasme atlet untuk berwisata keliling Jakarta  diperkirakan baru akan meningkat pada H+10 Asian Games. Sehingga seluruh bus terdiri dari 230 jenis low entry dan 70 royaltrans baru akan dikerahkan pada waktu tersebut. 

    Untuk wisata belanja atlet Asian Games, Budi mengatakan ada dua rute yang dibuatkan dari dan berpulang ke Wisma Atlet Kemayoran. Keduanya adalah Wisma Atlet - Monas - Grand Indonesia - Plaza Indonesia - Grand Indonesia - Monas - Wisma Atlet dan Wisma Atlet - SMESCO - Grand Indonesia - Monas - Wisma Atlet. 

    Baca juga:

    Gagal Buat Asian Games, Ini Perjalanan LRT Jakarta Sejak Era Ahok

    Untuk wisata sejarah hanya tersedia satu rute, yaitu Wisma Atlet - Kota Tua - Wisma Atlet. Sedang tiga rute untuk wisata hiburan atraksi seni dan budaya yang mencakup Monas, Gedung Pertunjukan Wayang Orang, dan Pusat Budaya Betawi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.