Minggu, 23 September 2018

Penumpang Skytrain Bandara Soetta Menumpuk, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di stasiun Skytrain Terminal 2 seusai resmi dibuka pengoperasiannya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Twitter.com/Cgk_ap2

    Suasana di stasiun Skytrain Terminal 2 seusai resmi dibuka pengoperasiannya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Twitter.com/Cgk_ap2

    TEMPO.CO, Tangerang - Penumpukan penumpang terjadi di shelter kereta layang atau Skytrain Bandara Soekarno - Hatta pada Ahad siang, 26 Agustus 2018. Penyebabnya adalah waktu tunggu (headway) Skytrain molor dari biasanya, dampak perawatan di jalur B kereta layang.

    Baca: September, Bandara Soekarno-Hatta Punya 12 Gerbong Skytrain

    "Ini maintenance rutin, terjadwal sehingga headway berubah dari 15 menit menjadi 26 menit," ujar Branch Communication Manager Bandara Soetta, Haerul Anwar, Ahad 26 Agustus 2018.

    Perubahan durasi waktu tunggu itulah, diakui Haerul, membuat pengguna jasa Skytrain di Bandara Soetta harus menunggu lebih lama dari biasanya. "Terjadi sedikit penumpukan," katanya.

    Haerul menjelaskan, tim teknisi Skytrain melakukan perawatan yang relatif besar dan membutuhkan waktu hingga tiga hari ke depan atau sampai 28 Agustus mendatang untuk menyelesaikan perbaikan.

    "Ini bukan karena ada masalah, tapi perawatan untuk menjaga performa operasional Skytrain," kata Haerul.

    Baca: Skytrain Bandara, Angkasa Pura II: Angkut Ribuan Orang Setiap Jam

    Perawatan, kata dia, cukup besar dilakukan di antara Terminal I dan Stasiun Kereta Bandara. " Dari B ke Terminal I, Perawatan lumayan besar, tapi untuk jalur B dari Terminal B ke 2 dan ke Terminal 3 masih normal," katanya.

    Untuk mengantisipasi terjadi kepadatan di shelter Skytrain, pengelola Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan shuttle bus di kawasan Transit Oriented Development MI Bandara Soetta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.