Senin, 17 Desember 2018

Pencemaran di Sungai Cileungsi, Pengaduan Warga Tak Berbalas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan mandi di Desa Gunung Sari, Citeureup, Kabupaten Bogor, 18 September 2017. Warga desa menggunakan air Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan mandi karena sumur mereka mengering. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Sejumlah warga memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan mandi di Desa Gunung Sari, Citeureup, Kabupaten Bogor, 18 September 2017. Warga desa menggunakan air Sungai Cileungsi untuk mencuci pakaian dan mandi karena sumur mereka mengering. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat sekitar bantaran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, resah karena pencemaran berat yang diduga terjadi di sungai itu. Terhitung sejak dua bulan belakangan, air sungai yang biasa dipakai buat mencuci itu menghitam dan bau.

    Baca berita sebelumnya:
    Pencemaran di Sungai Cileungsi Bogor, Air Menghitam dan Bau

    Hasil penelusuran yang dilakukan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, air di hulu sungai di Desa Tlanjung Udik masih relatif bersih dan jernih.  Sedang di pos pantauan di Jembatan Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, warnanya sudah sangat pekat dan bau.

    “Sekitar satu kilometer setelahnya, tepatnya di Kampung Bojong, Desa Cicadas, Gunung Putri, air mulai menghitam,” kata Puarman, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas, Senin 27 Agustus 2018.

    Puarman mengungkapkan kalau di warga Desa Ciangsana, tepatnya di dekat perumahan Vila Nusa Indah 5, sudah mengalami sesak nafas hingga muntah karena pencemaran di sungai itu.

    Baca juga:
    Sampah Jeroan di Kali Cipinang Dibersihkan, Bau Busuk Masih Tercium

    Warga setempat, kata dia, sudah mengeluh tapi lelah dan bingung mau mengadu kemana. “Mereka sudah sering mengeluh ke Dinas Lingkungan Hidup Bogor hingga ke Dinas Lingkungan Hidup Bekasi juga disampaikan, tapi tidak ada tanggapan,” kata Puarman.

    Puarman berharap, pemerintah segera mengambil tindakan mengingat sepanjang aliran sungai Cileungsi banyak industri. Namun dia juga belum bisa memastikan industri mana yang seharusnya bertanggung jawab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.