Minggu, 18 November 2018

Tawuran Pelajar Sadistis, Korban Dibacok Lalu Disiram Air Keras

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Stefanus Tamuntuan mengatakan tawuran pelajar di Jakarta semakin sadistis. Hal itu terlihat dari duel anter geng yang melibatkan remaja di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu dini hari lalu.

    Baca juga: Tawuran Pelajar Hingga Tewas, Jagoan Geng Gusuran Donat Ditangkap

    Tawuran yang melibatkan 50 pelajar dari sejumlah sekolah di Jakarta tersebut memakan korban jiwa. Remaja berinisial AH, 16 tahun, tewas dihujani sabetan senjata tajam.

    "Korban tewas karena mengalami banyak luka bacokan," kata Stefanus di Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin, 2 September 2018.

    Ia mengatakan tawuran antar remaja terlihat semakin sadistis karena pelaku masih menyiramkan air keras ke tubuh korban yang sudah terkapar karena luka bacokan.

    Simak juga: Anies Baswedan Punya Regulasi Khusus Cegah Tawuran Pelajar, Apa Itu?

     "Ini harus menjadi perhatian semua pihak. Sebab, remaja saja sudah sadis seperti itu," ujarnya.

    Saat duel antar dua geng remaja ini, SMA Muhammadiyah berhadapan dengan gabungan remaja yang berasal dari siswa SMA Negeri 32 Cidodol, Madrasah Anajah dan Husni Thamrin.

    Ketiga sekolah ini menamakan diri sebagai geng Gusdon atau Gusuran Donat di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. "Korban tewas berasal dari siswa Muhammadiyah."

    Stefanus mengatakan tawuran anter geng remaja ini dipicu akibat saling tantang anggota mereka di media sosial. Akhirnya mereka menyepakati bertemuan untuk tawuran di lokasi kejadian. "Mereka janjian tawuran lewat Instagram Jumat kemarin," ujarnya.

    Baca juga: Tawuran Dibacok dan Disiram Air Keras, Polisi Telah Ringkus 29 Pelajar

    Meski masih berstatus anak, polisi tetap memproses hukum kasus tawuran pelajar ini. Anak yang ditangkap akan diproses melalui Undang-Undang Darurat. "Mereka tidak dipenjara. Tapi tetap akan kami titipkan ke lembaga pembinaan anak."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.