Rabu, 19 Desember 2018

Anies Baswedan Ingin Skybridge Tuntas Oktober, Pengembang Ngebut

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukan kartu Oke Otrip yang dia gunakan untuk naik kereta Commuter Line dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Tanah Abang, 22 Desember 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukan kartu Oke Otrip yang dia gunakan untuk naik kereta Commuter Line dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Tanah Abang, 22 Desember 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi target kepada  Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Sarana Jaya yang membangun jembatan layang multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk menyelesaikan proyek tersebut pada Oktober 2018.

    Jembatan untuk pejalan kaki dan pedagang kaki lima itu menghubungkan Stasiun Kereta Tanah Abang dengan Pasar Tanah Abang.

    Baca juga: Anies Baswedan Beri 8 Janji Penataan Tanah Abang, Ombudsman Luluh

    Sudah sebulan, PD Pembangunan Sarana Jaya mengerjakan proyek senilai Rp 35,8 miliar. Kini mereka akan mengubah metode pembangunan skybridge.

    “Kami akan membangun dari kedua ujungnya secara bersamaan. Nanti akan bertemu di tengah. Jadi, lebih cepat selesai,” tutur Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C. Pinontoan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, seperti ditulis Koran Tempo, Jumat 7 September 2018.

    Menurut dia, metode ini lebih cepat dibanding membangun jembatan sepanjang 400 meter tersebut mulai dari satu sisi secara bertahap. Apalagi skybridge ditargetkan harus rampung pada 15 Oktober mendatang.

    Sebelumnya, Sarana Jaya membagi empat zona pembangunan skybridge, yakni zona A, B, C, dan D. Diperlukan waktu sepuluh hari untuk memasang fondasi konstruksi di setiap zona.

    Baca juga: Rencana Ahok Nikahi Polwan, Ini Kata Fifi Letty

    Konsekuensi dari percepatan itu, kata Yoory, akan banyak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya yang tidak bisa berjualan karena lokasi proyek akan ditutup demi keamanan dan keselamatan masyarakat.

    Dia akan mensosialisasi hal itu kepada PKL pada pekan depan. Yoory berharap para pelapak menerima kebijakan tersebut. Apalagi skybridge itu juga akan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk para pelapak. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas UMKM.”

    Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho, meminta Sarana Jaya dan pemerintah DKI menyampaikan rencana tersebut kepada Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

    Apalagi perusahaan daerah itu akan mengubah waktu kerja pembangunan skybridge, dari pukul 20.00-05.00 WIB menjadi pukul 18.00-04.00. Rentang waktu itu pada malam hari, Jalan Jatibaru Raya ditutup untuk membangun skybridge.

    “Karena yang memegang izin (rekayasa) jalan adalah kepolisian,” kata Teguh.

    Adapun Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusuf, belum merespons pertanyaan Tempo. Pesan elektronik yang dikirim Tempo tak kunjung berbalas hingga berita ini ditulis.

    Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan DKI Jakarta, Irwandi, meminta Sarana Jaya bersurat kepada lembaganya soal percepatan proyek agar Dinas bisa segera mensosialisasi hal itu kepada PKL. Jika hal itu cepat dilakukan, sosialisasi bisa digelar pada Senin atau Selasa pekan depan.

    Simak juga: Tawuran Geng Pelajar, Satu Alumni SMAN 32 Masuk DPO Polisi

    Irwandi akan mengatur PKL supaya bergantian berjualan selama pembangunan skybridge. Dia mencontohkan, jika zona yang dibangun lebih dahulu ialah zona A dan D, pelapak yang berjualan di kedua zona itu bisa libur terlebih dahulu. Diperkirakan 100 dari total 327 PKL di Jalan Jatibaru Raya tidak bisa berjualan jika zona A dan D dibangun bersamaan.

    Irwandi berharap mereka menerima rencana percepatan itu, sementara Dinas belum menemukan lokasi jualan pengganti sementara yang cocok. Gubernur Anies Baswedan mentargetkan Oktober 2018, skybridge itu harus selesai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.